RM.id Rakyat Merdeka - Mantan Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Ukraina Prof. Yuddy Chrisnandi meluncurkan buku Cinta Keduaku Berlabuh Di Ukraina yang mengungkapkan tentang perjalanannya sebagai Dubes Indonesia untuk Ukraina sejak tahun 2017 hingga menceritakan detik-detik Ukraina diinvasi Rusia.
Meskipun buku tersebut berisi memori selama menjadi Dubes, tetapi buku itu tidak ditulis seperti membuat laporan ataupun seperti catatan harian. Ia menyampaikan, buku itu ditulis dengan gaya novel style seperti dia bercerita agar tidak membosankan bagi pembacanya.
"Saya harapkan para pembacanya bisa mengikuti dari momen-momen dari situasi ke situasi sehingga saya berharap orang yang membacanya akan bisa merasakan apa yang saya rasakan ketika saya bertugas di Ukraina," ujar Yuddy saat launching buku di Kota Bandung, Selasa (21/6).
Baca juga : Bahlil: Jangan Malu Berasal Dari Mana, Harus Optimis Dan Punya Mental Juang
Yuddy menambahkan, meski gaya penulisan buku tersebut bertutur seperti novel namun tetap membahas hal-hal ilmiah yang berkaitan dengan diplomasi. Dengan menghadirkan momen-momen situasi sosial dan politik yang dirasakan selama di Ukraina, buku itu pula akan mengantarkan para pembacanya pada satu pemahaman mengapa Ukraina melawan.
Kata Yuddy, bukunya akan membuat kita paham tentang sejarah karena di buku ini tidak hanya bercerita apa yang saya lakukan tetapi menceritakan bagaimana sejarah Ukraina, bagaimana sejarah diplomasi Indonesia, apa yang dia rasakan dan lakukan, dan apa yang dapat kita berikan untuk perdamaian dunia ini.
"Buku ini tentu mudah-mudahan bermanfaat untuk bidang studi hubungan internasional, untuk para calon diplomat yang akan menjadi duta besar dan lebih jauh dari itu buku ini akan menjadi perekat kebudayaan persahabatan dan nilai-nilai luhur persahabatan bangsa kita Indonesia tercinta dan bangsa Ukraina," lanjut Yuddy di hadapan sejumlah tokoh daerah yang hadir dalam acara tersebut.
Baca juga : Tingkatkan Keakraban Di Masa Pandemi, ITBSmuleans Ramaikan Ganeshow
Ia juga menyampaikan bahwa hasil penjualan buku tersebut akan disumbangkan kepada masyarakat Ukraina sebagai misi kemanusiaan yang akan disampaikan melalui Dubes Ukraina untuk Indonesia.
"Tadi saya sampaikan buku ini akan saya jual lebih mahal kepada khalayak umum yang tidak berkesempatan hadir dan hasil penjualan buku ini akan saya sumbangkan bagi masyarakat Ukraina yang memerlukan bantuan," tutupnya.
Diketahui, hadir menjadi pembicara dalam acara launching ini diantaranya Duta Besar Ukraina untuk Republik Indonesia, H.E. Dr. Vasyl Hamianin; Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia dan Direktur Sekolah Pasca Sarjana Universitas Nasional, Prof. Dr. Maswadi Rauf; Profesor Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ibnu Hamad; Dekan FISIP Universitas Padjajaran, Dr. Widya Setiabudi Sumadinata; Pimpinan Harian Umum Pikiran Rakyat, Januar P Ruswita.
Baca juga : Kaos Dan Gelasnya Nggak Sekalian Nih...
Sementara itu, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin berharap karya dan kinerja Yuddy itu diharapkan bisa menjadi jembatan bagi persahabatan antara Ukraina dan Indonesia. Menurutnya kemanusiaan dan perdamaian adalah harta yang paling besar yang dimiliki oleh sebuah negara.
Dia pun berharap serangan yang terjadi di Ukraina menjadi serangan yang terakhir bagi demokrasi dan perdamaian yang ada di dunia.
"Saya akan belajar bahasa Indonesia lebih lancar lagi untuk bisa membaca buku Pak Yuddy, saya harap Pak Yuddy juga bisa membuat lebih banyak buku lagi," kata Vasyl. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.