RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia Survey Center (ISC) kembali merilis hasil survei tingkat kesukaan atau likeabilitas bursa Pilpres 2024. Hasilnya, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto meraih kepercayaan publik tertinggi dengan elektabilitas sebesar 30,4 persen.
Di posisi kedua, ada Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dengan 19,1 persen, dikejar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebesar 13,0 persen.
"Dukungan ini menunjukkan kecenderungan kepercayaan publik semakin membesar kepada Prabowo untuk menjadi pengganti pasca Presiden Jokowi lengser," ujar Peneliti Senior ISC, Chairul Ansari, saat merilis survei secara daring, Senin (29/8).
Menilik hasil survei ini, kata Chairul, dapat dilihat bahwa elektabilitas Ganjar dan Anies dalam posisi stagnan di bawah 20 persen. Hal ini, karena tidak adanya kepastian dukungan dari parpol untuk memberikan tiketnya untuk dua tokoh ini.
Baca juga : Prabowo Semakin Dipercaya, Ganjar Mandek, Anies Memudar
Selain itu, alasan terbesar publik memilih Prabowo, karena dianggap memiliki kemampuan memecahkan masalah yang dihadapi Indonesia. Misalnya, keamanan nasional, dan krisis pangan yang tengah mengintai dunia.
Sementara, alasan terbesar publik yang memilih Ganjar karena memang warga Jateng, sebagaimana basus utama dukungan elektabilitas Sang Gubernur. Selanjutnya, permasalahan tiket, belum adanya satu pun partai yang mengusung Ganjar, termasuk PDIP, membuatnya bersifat spekulatif.
"Sepertinya kecenderungan dukungan terhadap Ganjar masih lokal saja," ungkapnya.
Pun terhadap Gubernur Anies. Sang Gubernur dianggap bisa memecahkan masalah yang ditunjukkan selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Selain itu, karena kesamaan agama, rekam jejak yang bagus.
Baca juga : PSM Vs Persib, Ujian Perdana Luis Milla
Survei ISC mengajukan pertanyaan dalam bentuk simulasi pasangan calon (Paslon) Presiden-Wakil Presiden. Simulasi dengan dua pasangan calon Presiden dan wakil dan simulasi tiga pasangan calon.
Pada simulasi dua paslon ditemukan bahwa jika Prabowo dipasangkan dengan Puan atau dengan Ganjar perolehan persentase selalu diatas 60 persen. Kemudian, meskipun masih keluar sebagai pemenang, bila Prabowo dipasangkan dengan Muhaimin atau Khofifah perolehan masih di bawah 50 persen.
Paslon Ganjar-Erick menjadi lawan terberat Prabowo-Muhaimin. Sementara Paslon “all PDIP man” juga masih “keok” bila dipertandingkan dengan Prabowo-Khofifah.
Simulasi tiga paslon masih menunjukkan Prabowo bila menjadi Capres dan dipasangkan dengan Cawapres siapapun masih tetap keluar sebagai pemenang. Namun Pemilu akan berlangsung dua putaran karena perolehan persentase keterpilihan masih di bawah 50 persen.
Baca juga : Malam Ini, Macan Kemayoran Ditantang Pendekar Cisadane
Kemudian dari simulasi ini menunjukkan ada kecenderungan bila Prabowo dipasangkan dengan Cawapres yang berlatar PDIP akan jauh lebih kuat dibanding dengan pasangan yang lainnya.
Untuk diketahui, survei ini dilaksanakan pada 9-19 Agustus 2022, menggunakan teknik pencuplikan sampel multistage random sampling varian area random sampling.
Sampel yang dicuplik adalah penduduk yang berusia min 17 tahun keatas dan atau yang sudah pernah menikah sebesar 1520 responden dengan Margin of Error ± 2,5 persen dan Confidence Interval 95 persen. Pengumpulan data tersebut dilakukan melalui wawancara langsung dengan bantuan kuesioner. Hasil survei yang didapat adalah hasil pada saat survei dilakukan. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.