BREAKING NEWS
 

KNPI Dorong Demiliterisasi Dan Depolitisasi Polri

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Jumat, 2 September 2022 10:07 WIB
Koodinator Bidang (Koorbid) DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Rasminto. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Rasminto juga meminta semua stakeholders non keamanan untuk mendukung akselerasi reformasi Polri. Reformasi Polri tidak bisa dibiarkan jadi tugas tanggungjawab Polri. Publik juga punya peran tersebut, terlebih berkaitan dengan peraturan perundangan, dan juga lembaga-lembaga non keamanan di luar kepolisian juga harus membantu.

Misalnya proses penyidikan dan proses penyelidikan judi online yang begitu rumitnya penelusuran pelaku dalam menggunakan rekening bank. Maka perlu adanya reformasi dalam UU Perbankan agar ke depan dapat mempercepat pengungkapan kasus-kasus yang sama. Lebih lanjut, Rasminto memandang perlunya reformasi Polri menyentuh aspek kultural.

"Berkaitan aspek kultural, perlu dibangun kembali penguatan jati diri, doktrin, Tribrata, Catur Prasetya dan kode etik Polri sebagai bagian dari pemuliaan profesi Polri dimasa depan," papar Rasminto.

Baca juga : PUPR Dorong Infrastruktur Perkotaan Berkelanjutan Atasi Perubahan Iklim

Rasminto juga menekankan perlunya redefinisi jati diri Polri dalam adaptasi sebagai polisi di negara demokrasi. Arah reformasi Polri ke depan, bagi institusi Polri yakni sangat perlu melakukan redefinisi jati diri Polri dengan melalui demiliterisasi.

"Bahwa Polri adalah sebagai polisi sipil, dan bukan bagian militer yang sifatnya militeristik yang hanya mengedepankan penanganan kasus-kasus hukum dengan senjata seperti yang dimiliki oleh militer," tegas Rasminto.

Polri juga bagi Rasminto harus menghindari citra yang kental terhadap kepentingan politik praktis yang selama ini terbangun di masyarakat. Depolitisasi Polri sangat penting, agar citra Polri tidak lagi cenderung sebagai alat politik elit dan masuk dalam polarisasi politik-politik elit.

Baca juga : KTT SAI20 Di Bali, Ketua BPK Dorong Sinergi Dengan Komunitas G20

"Terlebih kita akan menghadapi pesta demokrasi pemilu serentak 2024, dengan demikian akan terbangun netralitas dan profesionalitas Polri yang akuntabel dan terpercaya," kata Rasminto.

Namun Rasminto pesimistis reformasi Polri ini dapat terealisasi tanpa adanya kemauan dari anggota Polri. Sebuah keniscayaan reformasi Polri ini dapat terealisasi jika tidak adanya kemauan (goodwill) dari seluruh anggota Polri untuk memperbaiki citranya dan alergi terhadap diksi reformasi Polri itu sendiri.

Rasminto juga sangat berharap visi misi Presisi Kapolri Jenderal Sigit jadi kunci arah reformasi Polri dan didukung oleh seluruh anggota Polri. Harapan masyarakat terhadap transformasi Polri sangat bergantung pada realisasi visi misi Presisi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Baca juga : DPRD Dorong Penambahan Kuota Sekolah Swasta Gratis

Ini juga harus didukung oleh seluruh anggota Polri dengan mengedepankan kemampuan memprediksi situasi dan kondisi potensi gangguan Kamtibmas yang dapat diselesaikan dengan excellent. "Bukan hanya sekadar jargon dalam ruang publik semata," pungkas Rasminto. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense