Sebelumnya
Akun @Choymarkochoy menyindir Pemerintah dan DPR yang semakin ugal-ugalan terhadap rakyat kecil. Dia mengingatkan, masyarakat yang memakai daya listrik 450 VA adalah keluarga yang perlu perhatian. “Bukan malah semakin digencet,” katanya.
Akun @Citrasenja5 mengungkapkan, tidak semua pelanggan PLN yang memakai daya listrik 450 VA dapat subsidi. Dia mempertanyakan bagaimana dengan pelanggan yang tidak dapat subsidi.
“Meras rakyat kok kebangetan banget, baru juga BBM naik,” kritiknya.
Baca juga : Relawan Anies Belum Mikirin Ke Lain Hati
Akun @PartaiSocmed mengatakan, penghapusan listrik 450 VA semata-mata karena over supply akibat skema take or pay. Yaitu, seluruh produksi pembangkit listrik swasta harus dibeli PLN atau PLN kena denda.
“Jadilah PLN sapi perah,” kata dia.
Akun @tiopra12 menyambung. Dia bilang, bukan hanya kena denda tapi PLN wajib bayar full. Dia mencontohkan kapasitas 1000 Megawatt, saat weekend PLN minta turun ke 500 MW, tapi PLN tetap wajib bayar 1000 MW.
“Jelas rugi karena over supply ditambah ada beberapa PLTU baru,” imbuhnya.
Sementara, @JTR_channel mengaku tidak masalah bila daya listrik 450 Volt Ampera (VA) dihapus dan dinaikkan menjadi 900 VA. Yang terpenting, kata dia, bayar tiap bulannya tetap dan tidak ada kenaikan.
“Karena rencana penghapusan daya listrik 450 VA dilakukan secara bertahap, sehingga tidak ada kekhawatiran untuk masyarakat yang masih kurang mampu,” ujar @Emi_amalia.
Baca juga : Titik Nol Sepaku Harus Jadi Destinasi Wisata Sejarah
Akun @Ignasius_Tito_Raditya menjelaskan, bukan subsidi yang dipangkas, tapi kelasnya yang dinaikkan. Dia bilang, dulu yang miskin dan pakai daya listrik 450 VA, sekarang harus pakai daya 900 VA, tapi tetap disubsidi seperti biasa.
“Tagihan bulanan berbanding lurus dengan pemakaian,” jelasnya.
Terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengaku belum berpikir untuk menghapus golongan subsidi listrik pelanggan 450 VA dan dialihkan ke 900 VA. Soalnya, kata dia, harga BBM baru saja naik. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.