BREAKING NEWS
 

Tersangka Suap, Tapi Ngeyel

Enembe Sahabat Tito Bukan Hoaks

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : UJANG SUNDA
Jumat, 23 September 2022 06:55 WIB
Gubernur Papua Lukas Enembe (Foto: Pemprov Papua)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Papua, Lukas Enembe masih melakukan perlawanan terkait kasus korupsi yang kini membelitnya. Meskipun menyandang status sebagai tersangka suap, Enembe masih ngeyel dan membantah semua tudingan KPK. Terbaru, lewat pengacaranya, dia malah menyeret nama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Mengetahui namanya disebut, Tito akui diriinya dan Enembe memang sahabatan dan itu bukan hoaks.

Kedekatan dengan Enembe disampaikan Tito saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR, di Jakarta, Rabu (21/9). Tito mengkaui punya hubungan baik dengan gubernur asal Partai Demokrat itu. Tito yang pernah menjabat sebagai Kapolda Papua mengaku bersahabat dengan Enembe sejak lama.

“Tapi kan kalau sudah masalah hukum saya enggak bisa ikut campur,” kata Tito.

Baca juga : KPK Periksa Lukas Enembe Senin Pekan Depan

Menurut Tito, kasus yang membelit Lukas berawal dari laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menemukan transaksi keuangan tak wajar di rekening Enembe dan anaknya. Dari temuan itu, PPATK melakukan pendalaman lalu menyerahkan hasilnya kepada KPK karena melihat ada dugaan tindak pidana.

Ia pun membantah tuduhan yang menyebutnya sebagai dalang di balik penetapan Enembe sebagai tersangka. Menurut dia, KPK punya mekanisme sendiri yang tak bisa diintervensi pihak mana pun dalam menangani sebuah kasus.

“Di situ (KPK) ada lima pimpinan yang kolektif kolegial dan mereka memiliki mekanisme yang SOP nya sangat ketat. Salah-salah, pimpinan sendiri pun bisa melanggar, bisa kena,” kata Tito.

Baca juga : Selangkah lagi, Tuchel Merapat Ke Munchen

Dalam kesempatan itu, Tito mengkaui pernah mengecek rekening Enembe ke PPATK terkait judi kasino di Singapura. Pengecekan termasuk menelusuri kesesuaian profil Enembe dengan aliran dana di rekening pribadinya. Menurut dia, apa yang dilakukannya dalam porsi menjaga sistem politik dan pemerintahan di Papua jadi lebih landai.

“Jadi enggak ada hubungan dalam urusan Kemendagri,” ujarnya.

Sebelumnya, sebuah video yang berisi tudingan terhadap Tito viral di media sosial. Dalam cuplikan video itu, kuasa hukum Lukas Enembe, Roy Rening menyebut penetapan Lukas Enembe dalam kasus korupsi bermuatan politis. Dia menuding, ada Tito di balik penetapan tersangka terhadap kliennya.

Baca juga : Berduka, Gubernur Sumbar Jadi Iman Shalatkan Sang Ayah

Roy menyebut, Tito memaksakan agar Paulus Waterpau bisa diterima menjadi Wakil Gubernur menggantikan Klemen Tinal yang meninggal pada Mei lalu. Namun permintaan Tito itu ditolak Lukas, karena Klemen Tinal adalah Ketua DPD Golkar. Sehingga penggantinya pun harus dibicarakan dengan koalisi Papua yang mengusung dalam pilkada sebelumnya.

Adsense

Sementara itu, KPK kembali mengirimkan surat pemanggilan pemeriksaan kedua kepada Lukas Enembe. Rencananya, Gubernur Papua dua periode itu bakal diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pada Senin (26/9) mendatang. KPK sebenarnya sudah memanggil Enembe untuk diperiksa sebagai saksi pada tanggal 12 September lalu. Namun, Lukas tidak dapat hadir.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense