Sebelumnya
Jika KPK tak segera klarifikasi, apalagi sampai terbukti ada upaya untuk menjegal Anies, masyarakat bakal gaduh. Apalagi Anies sekarang lagi jadi pusat perhatian dalam agenda pilpres 2024.
Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menyatakan, jika terbukti, upaya ini jelas bentuk penyalahgunaan kekuasaan. "Sebab, cara seperti ini sangat tidak kita inginkan bersama. Publik akan mengawasi dan kontrol isu yang saat ini sudah menjadi rahasia umum," tambahnya.
Baca juga : MK Tolak Gugatan PKS Soal Ambang Batas Pencapresan
Sedang Juru bicara PKS, Pipin Sopian mengimbau, KPK tak jadi alat politik untuk menjegal Anies. KPK harus jaga kepercayaan rakyat dengan menangani kasus secara transparan, obyektif, dan independen. "Apalagi kasus ini sangat sensitif, menyangkut salah satu capres potensial yang memiliki banyak pendukung. Taruhannya kepercayaan jutaan rakyat yang kini sedang mantau KPK," ujar Pipin.
Pakar pidana Universitas Al Azhar Indonesia Prof. Suparji Ahmad berpesan, KPK mengungkap kasus sesuai fakta. KPK sebagai penegak hukum, harus independen, obyektif, dan berintegritas. KPK itu alat negara, bukan alat siapapun. Dibentuknya KPK adalah untuk kepentingan negara. “KPK harus clearkan isu ini,” pintanya.
Baca juga : Dukung Pengembangan Anggur Nasional, Varietas Baru Didaftarkan Di Kementan
Apa tanggapan KPK? Juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri menepis isu ini. Dia memastikan, penyelidikan dugaan korupsi balapan mobil listrik ini tak berkaitan dengan politik. Ditegaskan Ali, pemeriksaan Anies dibutuhkan sesuai kapasitasnya sebagai saksi. "Tidak benar. Proses tindak lanjut laporan masyarakat oleh KPK dimulai sejak jauh-jauh hari sebelum hiruk pikuk soal pencapresan," kata Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (30/9).
Ali menyayangkan isu yang menyudutkan KPK. Dia tegas menyatakan, kerja-kerja KPK tidak memiliki korelasi dengan Pemilu 2024. "Kami bekerja di ranah hukum, kami pastikan itu," tegas Ali.
Baca juga : Keamanan Nasional Baik-baik Saja, DKN Tidak Diperlukan
Lalu apa kata Anies? Ditemui usai peresmian Kantor Majelis Pusat Nasional Pemuda Pancasila (PP) di Menteng, Jakarta Pusat, kemarin, Anies hanya tersenyum menjawab pertanyaan wartawan soal isu ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.