Sebelumnya
Ketiga, penerapan regulasi, seperti efisiensi bahan bakar dan standar emisi untuk mobil dan truk, mengharuskan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi energi atau mengurangi emisi dalam operasi mereka sendiri atau pada barang yang mereka hasilkan. Keempat, peraturan yang mendorong penurunan emisi karbon, seperti carbon-tax atau program cap-and-trade atau penetapan carbon pricing. Dan kelima, kemudahan agar semakin banyak investasi yang masuk, baik internasional maupun domestik, sehingga dapat mempercepat pengembangan teknologi reduksi carbon print.
Sebagai Chair Task Force Energy, Sustainability, & Climate B20, menjadi peran kami untuk menyampaikan pandangan dari pelaku bisnis untuk mendukung transisi energi melalui penyampaian rekomendasi kebijakan kepada pemimpin di G20. Serta, TF ESC diharapkan menjadi jembatan koordinasi antara pelaku usaha dan stakeholder, dan katalis untuk kerja sama dan kolaborasi dalam mencapai tujuan dan target transisi energi.
Baca juga : Target Jadi Bank Terbaik & Terbesar di Asia Tenggara
Tim B20 ESC adalah salah satu Task Force dari 7 TF B20 dengan 8 Co-Chairs dari global industri energi dan 150+ eksekutif dari negara-negara G20 sebagai Member. TF ESC didukung oleh knowledge partners dan network partners dalam merumuskan rekomendasi kebijakan dan aksi bisnis yang komprehensif.
Peran Task Force Energy, Sustainability, & Climate di Business-20 adalah menyampaikan pandangan dari kaca mata pelaku bisnis untuk mendukung transisi energi melalui penyampaian Policy Recommendation kepada pemimpin di G20. TF ESC diharapkan menjadi jembatan dalam koordinasi antara pelaku usaha dan stakeholder, dan katalis untuk kerja sama dan kolaborasi dalam mencapai tujuan dan target transisi energi.
Baca juga : Top, Nicke Widyawati Raih Penghargaan Most Powerful Women 2022
Ada tiga pilar Policy Recommendation yang dapat kami sampaikan. Pertama, mempercepat transisi ke penggunaan energi berkelanjutan dengan mengurangi intensitas karbon. Hal ini dapat dicapai dengan efisiensi energi, pengurangan penggunaan pembangkit listrik yang tidak efisien, mitigasi emisi pada sektor yang sulit dikurangi, kemudahan akses pembiayaan, dan inovasi dalam teknologi. Kedua, memastikan transisi yang adil, teratur, dan terjangkau menuju penggunaan energi yang berkelanjutan. Hal ini dapat dicapai dengan fokus pada 4 bidang utama: transisi yang teratur dalam sumber energi primer, partisipasi UMKM dalam transisi energi, kesiapan transisi tenaga kerja, dan praktik pertambangan yang berkelanjutan.
Transisi energi tidak boleh melupakan ketahanan energi, dan terjangkau oleh masyarakat. Ada ekosistem dan bisnis yang juga harus diperhatikan. Dan ketiga, meningkatkan akses masyarakat untuk mengkonsumsi energi bersih dan modern. Hal ini dapat didukung dengan menerapkan solusi energi terintegrasi, akses energi bersih ke rumah tangga dan UMKM, dan transisi dengan cakupan yang lebih luas dengan melibatkan komunitas. Indonesia memiliki tantangan dengan lebih dari 17.000 pulau. Sehingga harus didorong ketahanan energi lokal yang menggunakan sumber energi dari setip wilayah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.