BREAKING NEWS
 

Getaran Terasa Hingga Kulonprogo

Gempa Tektonik M6,4 Garut Dipicu Aktivitas Lempeng Indo-Australia

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Sabtu, 3 Desember 2022 18:02 WIB
Peta lokasi gempa M6,1 di Garut, Jawa Barat, Sabtu (3/12). (Foto: BMKG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gempa tektonik M6,1 mengguncang wilayah selatan Garut, Jawa Barat, Sabtu (3/12) pukul 16.49.41 WIB.

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, gempa ini terletak pada koordinat 7,44° LS; 107,51° BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Mekarmukti, Garut, Jawa Barat pada kedalaman 109 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat aktivitas dalam lempeng Indo-Australia (intraslab)," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, Sabtu (3/12).

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

Baca juga : BMKG: Gempa M4,2 Sukabumi Dipicu Aktivitas Sesar Dasar Laut Di Lempeng Eurasia

Gempa ini dirasakan di daerah Garut dengan skala intensitas IV MMI (bila terjadi pada siang hari, dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Wilayah Soreang, Kopo, Kalapanunggal, Sumur, Ciamis, dan  Tasikmalaya terguncang dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu ).

Adsense

Sumedang, Lembang, Pamoyanan, Panimbang, Cikeusik, Labuan, Purworejo, Bantul, Kulonprogo bergetar dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Sedangkan wilayah Cikembar, Cugenang, Palabuhan Ratu, Bandung, Bogor, Cilacap, Sawarna, Cireunghas, Bojong, Yogyakarta, Wonosobo, Karangkates, Trenggalek merasakan getaran gempa berskala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Baca juga : KPK Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Proyek Fiktif Di PT Amarta Karya

Hasil pemodelan menunjukkan, gempa ini tidak berpotensi tsunami.  

Hingga pukul 17.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Daryono mengimbau masyarakat agar tetap tenang, dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Hindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, atau tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum Anda kembali ke dalam rumah," papar Daryono.

Baca juga : Mo Salah Tetap Di Liverpool

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG,.yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (https://www.bmkg .go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense