BREAKING NEWS
 

KSP: Pencabutan PPKM Momentum Indonesia Bangkit Menuju Endemi

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Sabtu, 31 Desember 2022 14:13 WIB
Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Abetnego Tarigan

RM.id  Rakyat Merdeka - Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Abetnego Tarigan menyambut baik putusan Presiden Jokowi yang mencabut kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Jumat (30/12). 

Pencabutan PPKM menjadi awal tidak adanya lagi pembatasan kerumunan dan pergerakan masyarakat di Indonesia. 

Abetnego menyampaikan, pencabutan PPKM menjadi bukti bahwa kebijakan "Gas dan Rem" Presiden Jokowi dalam pengendalian Covid-19 telah berhasil menyeimbangkan antara aspek kesehatan dan non kesehatan. 

Ia menambahkan, kebijakan "Gas dan Rem" juga sejalan dengan keinginan dan kepentingan masyarakat, yang akhirnya membuat partisipasi publik untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan upaya peningkatan imunitas cukup tinggi. Seperti kewajiban masker, vaksin, dan pembatasan-pembatasan pada berbagai kegiatan. 

Baca juga : Pencabutan PPKM Nggak Asal-asalan, Ini Dasar Pertimbangannya...

Alhasil, sambung Abetnego, Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19 dengan baik dan sekaligus bisa menjaga stabilitas ekonominya. 

"Di bawah komando Presiden Jokowi, Semua pihak telah menjalankan peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Baik dari sisi Pemerintah maupun masyarakat," kata Abetnego, di Jakarta, Sabtu (31/12). 

Adsense

"Jadi ini hasil kerja keras kita bersama, dan menjadi kado istimewa untuk menyongsong tahun baru 2023, sekaligus momentum untuk bangkit menuju endemi," tambahnya. 

Abetnego juga menepis adanya pendapat, bahwa kebijakan pencabutan PPKM ini hanya dilandaskan pada kepentingan politik dan ekonomi. 

Baca juga : Menlu Malaysia-Indonesia Bertemu Di Jakarta

Ia menegaskan, Pemerintah telah melakukan banyak kajian secara komprehensif terkait kebijakan pencabutan PPKM. 

Salah satunya, sebut dia, didasarkan pada kondisi pandemi Covid-19 dalam 10 bulan terakhir yang semakin terkendali. Baik dari kasus harian, positivity rate mingguan, tingkat perawatan rumah sakit atau BOR, dan angka kematian. 

"Semuanya berada di bawah standar WHO," ujarnya. 

Deputi II Bidang Pembangunan Manusia ini memastikan, Pemerintah tetap mempersiapkan kesiapsagaan fasilitas kesehatan dan aparat di lapangan agar setiap warga negara seminim mungkin terinfeksi Covid-19 dan memiliki kekebalan atau imunitas. 

Baca juga : Ruang Lingkup Gerakan Radikalisme Dan Terorisme Di Indonesia Semakin Menciut

"Status pandemi masih belum berakhir. Masyarakat juga jangan abai. Tetap pakai masker, dan yang belum vaksin, segera lakukan vaksinasi terutama bagi para lansia," imbaunya..■ 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense