RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengantisipasi peluang terjadinya perang siber menjelang Pemilu 2024. Sebagai wasit pesta demokrasi, lembaga yang dipimpin Rahmat Bagja ini menjamin seluruh jajarannya satu komando.
“Tidak ada dua rencana, jangansampai tidak sejalan. Semua perlu menyamakan visi dantujuan dengan rencana kerja yang konsisten dan terpadu,” ujar Anggota Bawaslu Puadi dalam keterangannya, kemarin.
Puadi mengingatkan, menjelang Pemilu 2024 akan terjadi banyak gangguan atau masalah sistem yang mungkin saja terjadi. Sebagai langkah anitisipasi, pihaknya berharap ada integrasi dan perbaikan sistem keamanan antar aplikasi yang dimiliki Bawaslu.
Di era digital ini, pelayanan data informasi milik Bawaslu semakin banyak digunakan masyarakat. Ini selaras dengan perjalanan tahapan pesta demokrasi.
Baca juga : Zulhas Percaya Erick Thohir Bisa Bawa Sepak Bola Indonesia Lebih Baik
“Pemilu tahun depan kita tidak terlepas dengan digitalisasi, integrasi dan security system (sistem keamanan). Ini implementasi yang perlu kita perkuat dan sempurnakan,” katanya.
Puadi meminta seluruh jajarannya bahu membahu membangun digitalisasi di Bawaslu. Ke depannya dapat meminimalisasi masalah peretasan ataupun kesalahan dalam sistem.
Perhatian terhadap perang siber menuju pesta demokrasi mendatang juga disampaikan Kepala Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) Hinsa Siburian.
Dalam catatannya, sepanjang tahun 2022, ada 1.443 notifikasi serangan cyber terhadap sejumlah instansi.
Baca juga : Bunga Zainal, Perang Sindiran
Dia memprediksi, serangan siber di tahun ini akan meningkat. Salah satunya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dan menjelang gelaran Pemilu 2024.
Hinsa berharap, ruang siber dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi, serta terus diantisipasi agar tidak berkembang menjadi ruang konflik.
Demi menjaga keamanan di dunia maya, BSSN telah membentuk satuan tugas atau Satgas.
“BSSN telah membentuk Satgas. Karena sudah ada pengalaman pada 2019. Kemudian pengamanan di Pilkada dan kegiatan lain,” katanya.
Baca juga : Buka Aja, Siapa Yang Gerilya
Sebagai langkah antisipasi, BSSN sudah melakukan kerja sama dengan pihak terkait, seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam pencegahan potensi serangan siber.
Pengamanan Pemilu sudah dilakukan dan akan terus dilakukan hingga Pemilu usai. Bentuk kerja sama dengan KPU daerah juga dijalankan BSSN.
“Kami memberikan asistensi dan juga menyampaikan kerawanan yang akan terjadi agar bisa diantisipasi,” pungkasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.