BREAKING NEWS
 

Pelayanan KRL Jabodetabek: Ratusan Ribu Penumpang Per Hari Bakal Telantar

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Senin, 27 Februari 2023 08:00 WIB
Agus Pambagio. (Foto: Antara).

 Sebelumnya 
Untuk itu, Direktur Utama PT KCI sudah mengirimkan Surat Permohonan Dispensasi dalam Rangka Permohonan Persetu­juan Impor Barang Modal dalam Keadaan Tidak Baru ke­pada Kementerian Perdagangan melalui Dirjen Perdagangan Luar Negeri (Daglu) tertanggal 13 September 2022. Kemudian, pada tanggal 28 September 2022, Dirjen Daglu langsung bersurat kepada Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transpor­tasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, perihal Permohonan Masukan dan Tanggapan atas Rencana Impor Barang dalam Keadaan Tidak Baru oleh PT KCI ter­tanggal 28 September 2022. Melalui surat tersebut, PT KCI berencana untuk melakukan impor Barang Modal dalam Keadaan Tidak Baru (BMTB) berupa 120 Unit KRL Type E217 untuk kebutuhan 2023 dan 228 Unit KRL Type E217 untuk tahun kebutuhan 2024 dengan Pos Tarif/HS Code 8603.10.00

Perlu diketahui bahwa surat tanggapan Dirjen ILMATE berfungsi sebagai Surat Reko­mendasi untuk Dirjen Daglu Kementerian Perdagangan melakukan impor KRL bekas pakai yang diminta oleh PT KCI. Tanpa Surat Rekomendasi tersebut, importasi KRL belum bisa dilakukan. Supaya Dirjen ILMATE segera merespons Surat Dirjen Daglu, penulis telah menghubungi langsung beberapa pejabat tinggi terkait (Kemenko Perekonomian, Ke­menperin dan Kemen Perdagangan), supaya proses birokrasi pemberian rekomendasi dipercepat dikarenakan kebu­tuhan yang mendesak.

Baca juga : Nelayan Desa Bandengan Girang Terima Bantuan Renovasi Perahu Relawan Ganjar

Pada akhirnya Dirjen Daglu Kementerian Perdagangan telah mendapatkan surat jawaban dari Dirjen ILMATE Kementerian Perindustrian tertanggal 6 Januari 2023 (perlu 4 bu­lan untuk menjawab) yang menyatakan bahwa berdasar­kan pertimbangan teknis atas rencana impor oleh PT KCI belum dapat ditindaklanjuti dengan pertimbangan pada fokus Pemerintah meningkatkan produksi dalam negeri serta sub­stitusi impor melalui Program Peningkatan Pengguna Produk Dalam Negeri (P3DN). Inti­nya permohonan PT KCI untuk impor kereta bekas dari Jepang ditolak Kementerian Perindus­trian. Lalu bagaimana nasib 200.000 penumpang per hari yang nantinya tidak terangkut KRL Jabodetabek? Kekacauan di Stasiun Manggarai karena salah mendesain posisi eskala­tor dan lift yang menimbulkan penumpukan penumpang saja telah membuat Presiden marah. Bagaimana kalau 200.000 penumpang lebih per hari yang menumpuk?

Langkah Segera atau Muncul Persoalan Sosial

Baca juga : Pemilu Bakal Ikut Kerek Omzet Hotel Dan Cafe

Publik belum bisa membayangkan bagaimana sebenarnya komunikasi antarmen­teri selama ini? Bayangkan proses birokrasi pemerintah yang rumit ini telah mengham­bat kebutuhan publik untuk bergerak atau bertransportasi. Apakah pernyataan Presiden di beberapa media saat membuka pameran Indonesia International Motor Show lalu kurang kuat bagi para menteri terkait? Presiden Jokowi me­nyampaikan: “Akibatnya kita sekarang macet di mana-mana. Di Jakarta macet, seperti saya pergi ke Surabaya macet, ke Bandung macet, terakhir ke Medan macet, karena memang penjualannya untuk mobil men­capai 1.048.000 dan kendaraan bermotor 5.221.000. Angka yang sangat besar sekal.”

Menanggulangi hal terse­but, PT KCI harus mencari jalan keluar untuk dapat segera memenuhi kebutuhan armada KRL tahun ini ditengah keterbatasan dana akibat belum diizinkannya kenaikan tar­if. Bagaimana jika PT INKA menghadapi kendala sehingga jadwal pengadaannya molor atau lewat dari 2025? Apakah KRL yang uzur ini tetap harus dijalankan dengan hazrd yang tinggi? Atau bagaimana? Se­bagai informasi, pemenuhan armada KRL baru dibutuhkan waktu 34 bulan (setelah kon­trak), sedangkan pengadaan armada KRL bekas dibutuh­kan waktu 12 bulan (setelah kontrak) dan jumlah total unit KRL yang dibutuhkan hingga akhir 2024 adalah sebanyak 348 kereta, bisa baru atau bekas. Tergantung mana lebih cepat dan masuk dalam anggaran PT KCI. Salam

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense