RM.id Rakyat Merdeka - Rafael Alun Trisambodo memiliki komplotan untuk menangguk fulus dari urusan pajak. Kini satu per satu anggota komplotan menghilang.
Komplotan ini diduga melibatkan dua mantan pegawai Ditjen Pajak yang kemudian berkiprah menjadi konsultan pajak.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mendapat informasi komplotan Rafael kabur ke luar negeri. “Ya kami mendengar pengaduan masyarakat mengenai hal tersebut,” kata Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana.
Baca juga : Perang Dunia Depan Mata
Ivan enggan membocorkan komplotan Rafael. Namun, PPATK telah memblokir rekening kedua konsultan pajak tersebut. Di rekening itu tersimpan dana puluhan miliar.
Pemblokiran ini untuk memudahkan PPATK dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri asal usul kekayaan kekayaan Rafael.
“Kita mensinyalir ada PML (Professional Money Launderers) yang selama ini bertindak untuk kepentingan RAT (Rafael Alun Trisambodo),” kata Ivan.
Baca juga : Akselerasi Kemajuan Perkebunan, Kementan Bangun BaBe Bun
KPK sudah mengetahui komplotan sosok. Informasinya dari PPATK. Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan mengatakan belum berencana memanggil komplotan Rafael untuk diperiksa. “Karena ini belum proses hukum, kita cari cara lain,” ujarnya.
Kedua konsultan itu berperan sebagai nominee. Mereka digunakan untuk menampung uang dari wajib pajak.
Pola ini, menurut Pahala, biasa digunakan sebagai modus pencucian uang. Rafael sebagai pemeriksa pajak tidak menerima uang langsung dari wajib pajak. Ia butuh peran orang lain atau perantara untuk melakukan transaksi haram itu
Baca juga : KPK Sebut Rekening Pedagang Burung Yang Diblokir Sudah Dibuka
“Kalau misalnya saya orang pajak dengan wajib pajak, itu kalau saya menerima dari wajib pajak kelihatan langsung ada hubungannya, jadi gratifikasi atau suapnya jelas kan. Tapi dia pakai orang lain, ini yang kita sebut nominee untuk penerimaan,” jelas mantan auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) itu.
Komplotan ini diduga turut membantu Rafael untuk membeli sejumlah aset. Baik itu menggunakan namanya pribadi, atau lewat perusahaan yang sahamnya dikuasai Rafael.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.