Sebelumnya
Sebelumnya, saat berpidato Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (UU APBN) 2024 dan Nota Keuangan di DPR, Rabu (16/8), Jokowi beberapa kali berhenti, karena mengalami batuk. Belakangan diketahui Jokowi sudah empat minggu menderita batuk.
“Presiden batuk hampir empat minggu dan dokter menyampaikan, ada kontribusi daripada udara yang tidak sehat dan kualitasnya buruk,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/8).
Baca juga : Tangani Polusi Udara, Kemenkes Siapkan 740 Faskes Di Jabodetabek
Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang juga Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri juga sempat mengeluhkan soal polusi udara Jakarta. “Di Jakarta itu, saya sampai suka batuk-batuk, alergi debulah, alergi polusi itu, aduh,” tuturnya.
Bukan hanya Jokowi, Sri Mul dan Mega yang terkena imbas polusi udara. Anggota DPR pun mengeluhkan kualitas udara di Ibu Kota yang sampai masuk ke dalam ruangan.
Baca juga : Kualitas Udara Di Jakarta Membaik Saat Jam Pulang Kantor, Kok Bisa?
Anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar, Dave Laksono mengatakan, kualitas udara buruk ini terasa hingga ke dalam ruang rapat di Gedung DPR Senayan, Jakarta. Padahal, ruangan itu dilengkapi mesin pendingin alias AC.
Dave mendorong Pemerintah segera mengambil kebijakan menyeluruh untuk menindaklanjuti polusi tinggi. Ia juga meminta, Pemerintah melibatkan swasta dalam memperbaiki kualitas udara.
Baca juga : Atasi Polusi Udara, DPR Minta Pemerintah Belajar Dari China
Berbagai cara dilakukan oleh Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono untuk menekan polusi udara. Selain melakukan kebijakan Work From Home dan penggunaan kendaraan listrik, Heru juga menugaskan, Lurah hingga Wali Kota untuk menyadarkan warga tidak membakar sampah.
Selain itu, penyemrotan udara dari gedung tinggi juga terus digencarkan. Heru mengaku, Pemprov DKI Jakarta juga akan melakukan rapat dengan pemilik gedung-gedung tinggi di Jakarta.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.