Sebelumnya
Ia memberi contoh kerja sama investor asing dengan pengusaha lokal terlihat dari FIFA yang bekerja sama dengan PSSI dalam proyek pusat pelatihan sepakbola di IKN. Kemudian pembangunan RS Mayapada yang bermitra dengan investor dari India.
Sementara, investor asing yang ingin masuk ke IKN secara sendiri, Agung menyebut, sebenarnya banyak yang berminat. Per hari ini, sudah ada 305 surat pernyataan (LOI). Sebanyak 133 di antaranya merupakan investor asing.
Agung menjelaskan, investasi di IKN melalui delapan tahap. Di mana LOI merupakan tahap pertama dan tahap kedua adalah tinjauan dan penilaian sektor skala prioritas.
“Jadi kalau bapak presiden mengatakan ini agak direm sedikit, rem atau gas ini dilakukan di tahap dua ini, tapi yang jelas minat sangat tinggi. Dan prioritas pada sektor yang diminati investor domestik memang penting. Sehingga tahapan selanjutnya lebih cepat dijalani, lebih sat set investor domestik,” jelas Agung.
Baca juga : Heikal Safar Sebut Ekky Pitung Sangat Layak Jadi Ketum Bamus Betawi 2023-2028
Terpisah. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, belakangan ini, sejumlah investor sudah melakukan groundbreaking di IKN. Hingga September sampai Desember 2023 total investasi di IKN diperkirakan mencapai Rp 45 triliun.
“Pembangunan infrastruktur dasar di IKN telah memberikan dampak positif dengan masuknya investasi swasta. Antara lain pembangunan rumah sakit, hotel, kantor, komersil dan ritel, serta pusat pengembangan olahraga,” ungkap Basuki saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Jakarta, Senin (20/11/2023).
Menurut Basuki, groundbreaking di IKN juga bakal berlanjut pada Januari tahun depan. Hingga saat ini, progres pembangunan fisik IKN sudah mencapai 22,1 persen per November 2023.
Untuk batch 1, yaitu antara 2020 sampai Maret 2023, dengan anggaran Rp 24 triliun dan 40 paket pekerjaan, progresnya sudah mencapai 53,27 persen. “Ini termasuk kantor-kantor pemerintah, Kemenko, kemudian kantor Presiden, dan jalan tol dan sebagainya, itu 53,2 persen,” jelasnya.
Baca juga : Jokowi: Dengan Tumpukan LoI Sebanyak Itu, Masak 1 Aja Ndakā¦
Sementara untuk batch 2, yaitu setelah Maret 2023, progresnya baru menyentuh 1,2 persen. Terdapat 45 paket pekerjaan dengan total pagu anggaran Rp 36,46 triliun. Proyeknya mencakup instalasi pengolahan air limbah (IPAL), infrastruktur air minum, dan lainnya.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core), Mohammad Faisal sepakat jika Presiden mendahulukan investor dalam negeri. Namun, investor asing juga dibutuhkan, terlebih jika APBN belum cukup untuk membiayai pembangunan IKN.
Faisal meminta, agar Pemerintah memilah proyek mana saja yang bisa digarap investor asing. Selain itu, Pemerintah harus mematangkan perencanaan bagi investor asing yang hendak masuk ke IKN dengan sesegera mungkin.
Menurutnya, investor akan mempertimbangkan potensi manfaat yang bisa didapatkan dalam jangka waktu menengah dan panjang. Kepercayaan investor juga bergantung pada sejauh mana tingkat keseriusan pemerintah dan konsistensi kebijakan sejalan dengan pergantian kepemimpinan di tahun 2024.
Baca juga : Adakah Investor Asing Di IKN? Jokowi: Belum Ada
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa 21/11/2023 dengan judul Presiden Bicara Investor Asing Di IKN, Yang Minat Banyak, Yang Konkret Masih Nol
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.