BREAKING NEWS
 

Jokowi Bilang Presiden Dan Menteri Boleh Memihak

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : SISWANTO
Kamis, 25 Januari 2024 08:55 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memberi hormat kepada Presiden Joko Widodo saat serah terima alutsista pesawat dari Pemerintah untuk TNI, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (24/1/2024). Menhan menyerahkan 5 pesawat C-130 J-30 Super Hercules dan 8 helikopter H225M untuk TNI AU, 4 helikopter A5 550 Fennec untuk TNI AD, dan 8 helikopter Panther AS565 MBE untuk TNI AL. (Foto: Randy Tri Kurniawan/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - 19 hari jelang pencoblosan, Presiden Jokowi mengatakan, presiden dan menteri boleh memihak dan bisa ikut kampanye, asalkan tidak menggunakan fasilitas negara. Pernyataan Jokowi ini langsung rame dikomentarin.

Hal tersebut dikatakan Jokowi usai menyaksikan serah terima pesawat C-130J A-1344 Super Hercules, Helikopter AS-550 Fennec, dan Helikopter AS-565 Panther dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) ke TNI AU di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2024).

Serah terima dilakukan oleh Prabowo Subianto--Menteri Pertahanan yang juga Capres Nomor 2—kepada KSAU Mar sekal Fadjar Prasetyo. Hadir juga Pang lima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Baca juga : Dukung Jokowi, ReJO Pro Gibran: UU Bolehkan Presiden Kampanye

Jokowi memulai acara dengan meninjau pesawat baru tersebut. Lalu dia membuka tirai merah putih yang menutupi logo Skuadron Udara 31. Setelah itu, Jokowi memecah kendi di depan pesawat C-­130J­-30 bernomor ekor A­-1344.

Usai menyaksikan serah terima pesawat itu, Jokowi menggelar keterangan pers. Prabowo dan Agus Subiyanto ikut mendampingi. Ketiganya kompak mengenakan jaket boomber berwarna biru gelap.

Awalnya, Jokowi membahas soal serah terima pesawat. Kemudian, eks Gubernur DKI Jakarta itu membahas soal politik. Salah satunya mengenai sorotan terhadap sejumlah menteri nonpartai yang melakukan kampanye politik menjelang Pilpres 2024.

Baca juga : Dukung Jokowi, PSI: Keberpihakan Presiden Pada Capres Dan Parpol Bukanlah Dosa

Menurutnya, tidak ada yang salah dalam hal itu. Dia bilang, kampanye merupakan hak demokrasi dan hak politik setiap orang. Sehingga, setiap menteri baik yang terafiliasi partai politik dan nonparpol punya hak yang sama.

Jokowi menambahkan, Presiden juga merupakan pejabat publik sekaligus pejabat politik. Sehingga, kata Jokowi, Presiden punya hak yang sama dalam urusan Pilpres. “Presiden itu boleh loh kampanye. Presiden itu boleh loh memihak. Boleh, tapi yang paling penting waktu kampanye tidak boleh menggunakan fasilitas negara,” kata Jokowi.

Saat ditanyakan wartawan apakah dirinya bakal menggunakan haknya untuk kampanye dan memihak salah satu pihak, Jokowi justru bertanya kembali apakah selama ini dia berpihak atau tidak.

Baca juga : Habiburokhman: Presiden Boleh Dukung Capres Mana Pun

“Itu yang saya mau tanya, memihak enggak,” ujarnya sambil tertawa.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense