BREAKING NEWS
 

Bos Projo Jadi Wamen, Pembubaran Jadi Syukuran

Reporter : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 26 Oktober 2019 08:17 WIB
Ketum Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi (kiri) dan Presiden Jokowi. (Foto: IG@budiariesetiadi).

RM.id  Rakyat Merdeka - Rencana pembubaran relawan Pro Jokowi alias Projo gara-gara kecewa Prabowo Subianto diajak masuk kabinet, batal setelah ketua umumnya, Budi Arie Setiadi diangkat menjadi Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Teringgal (PDT).

Ide pembubaran pun diganti jadi acara syukuran. Pembubaran Projo sebelumnya sempat disampaikan Budi, Rabu (23/10). Dia menyebut, Projo tak lagi dibutuhkan Jokowi. “Kami ikhlas jika memang tidak dibutuhkan lagi,” ujar Budi.

Alasannya tak dijelaskan. Namun, Budi memberi sinyal dengan mengirim meme. Gambarnya, Jokowi dan Prabowo. Meme itu diimbuhi tulisan, ‘Siap Presiden, Projo kita suruh bubar saja karena sudah jadi PRO JOWO Jokowi Wowo’.

Tetapi, kemarin Budi berubah pikiran. Dia menjelaskan, tugas Projo sudah berakhir usai memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019. Namun, Jokowi memberikannya tu gas sebagai Wamendes PDT, mendampingi Abdul Halim yang menjabat menteri.

Baca juga : Dukung Penuh Angela Jadi Wamen, Perindo Pastikan Tak Akan Minta Proyek

“Ya kita mau pamit, tapi ditugaskan lagi, gimana? Berarti kan mau enggak mau (tetap ada). Karena Projo itu kan setia di garis rakyat,” ujar Budi usai bertemu Jokowi, di Kompleks Istana Kepresidenan, kemarin. “Projo selama ada Pak Jokowi jalan terus,” imbuhnya.

Mesin Projo, lanjut Budi, kini be rubah. Dari tim pemenangan, jadi tim yang bekerja untuk rakyat dan ne gara. Dia akan melibatkan relawan Projo dalam pendampingan dana desa. Dia juga mengklaim akan berkeliling ke desa-desa dengan mobil karavan.

“Sa ya mau mencium baunya rakyat di desa,” selorohnya. “Saya berharap satu hari atau dua hari saja di kantor. Si sanya 5 atau 6 hari di desa-desa seluruh Indonesia,” imbuh dia.

Adsense

Soal kekecewaan Projo karena Prabowo masuk kabinet, Budi menyebut persoalan itu sudah selesai di tingkat elite. “Itu nanti saja lah. Emosi di bawah belum stabil. Mungkin di elite sudah selesai. Karena ini soal perasaan,” tutur Budi.

Baca juga : Jadi Wamen BUMN, Tiko Lepaskan Jabatan Dirut Bank Mandiri

Secara pribadi, Budi merasa sudah ada benih-benih cinta terhadap Ketum Gerindra itu. “Sudah slow slow, ada perasaan cintacinta sedikit,” selorohnya.

Usai pelantikan di Istana Negara, Budi menyambangi DPP Projo, Pancoran, Jakarta Selatan. Di pintu, di bawah plang DPP Projo, ada spanduk merah putih bertuliskan “Syukuran Sederhana Atas Pelantikan Bapak Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo Sebagai Wakil Menteri Desa dan Pem bangunan Daerah Tertinggal Periode 2019 - 2024”.

Beberapa relawan Projo menyambut kedatangan Ketum Projo tersebut. Salah satu yang hadir, Sekjen Projo Handoko. Di dalam markas Projo, sudah tersedia dua tumpeng nasi kuning untuk merayakannya.

Budi mengucapkan, terima kasih kepada seluruh relawan Projo yang ada di seluruh daerah, yang menurutnya sudah berjuang tak kenal lelah. “Kita berikan instruksi kepada teman-teman Projo daerah. Yang pasti dengan Projo hadir di dalam kabinet, kita akan bisa mewarnai dan bekerja sama dalam semua sektor di masyarakat,” tandasnya.

Baca juga : Bos Projo Dapat Pos Wamendes

Batalnya pembubaran Projo itu menuai reaksi dari netizen alias warganet. Akun @Asong66 mencuit, pembubaran Projo berubah jadi selametan alias syukuran.

“Mantap, dapat jatah wamen, Projo yang semula maulakukan pembubaran, jadi selametan ini mah. Potong tumpeng ya pak Budi,” cuit nya. Akun @bandabening menanggapinya nyinyir. “Ngambek, bubar, dapet jatah, batal bubar, syukuran. Projo gitu loh,” tulis dia.

“Relawan yang gak relaan,” sambar @itha3n. “Nggak waras, baru aja bubar malah sekarang syukuran. Zaman canggih,” timpal @adib_munjir. Akun @wongndesobravo, nyindir pa kai pantun. “Kamis Minggu....habis nangis ngguyu (ketawared)...be ginilah kalau ngambeknya serius....ha hahhha,” sindirnya.

Sementara akun @iksan_ ramechi membela Projo. “Bukan salah Projo juga minta jabatan. Karena dalam politik tidak ada makan siang gratis. Karena jabatan-jabatan pemerintah adalah jabatan politis,” urainya. “Gak dapet daging rendangnya dapet lengkuasnya juga rasa rendang kok,” sambung @korn corpse486. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense