RM.id Rakyat Merdeka - Gosip reshuffle kabinet kembali muncul setelah pencoblosan Pilpres. Namun, gosip tersebut langsung dipatahkan oleh Mensesneg Pratikno.
Gosip reshuffle kabinet mulai ramai sejak kemarin. Dari gosip yang beredar, ada sejumlah nama menteri yang akan dicopot dan mengalami pergantian.
Mereka yang disebut adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim hingga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.
Sri Mulyani dan Basuki sebelumnya sempat disebut-sebut bakal mundur. Namun, kabar tersebut terbantahkan. Pasalnya, keduanya masih menjalankan tugasnya seperti biasa.
Reshuffle juga dikaitkan dengan ada satu kursi menteri yang kosong. Yakni Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) yang ditinggal Mahfud MD karena maju jadi Cawapres. Kursi Menko Polhukam masih diisi oleh Mendagri Tito Karnavian selaku Pelaksana tugas.
Baca juga : Diajak Ngopi Oleh Gibran, 01 Dan 03 Bilang Tidak Sekarang
Gosip reshuffle makin kuat karena bulan ini ada Rabu Pon yang jatuh pada 21 Februari 2024. Pasalnya, selama ini Jokowi punya kebiasaan merombak kabinet di Rabu Pon.
Lalu pertanyaannya, apakah Jokowi benar-benar bakal merombak kabinetnya? Mensesneg Pratikno menepisnya. "Tidak benar," kata Pratikno saat dikonfirmasi, Jumat (16/2/2024).
Ia menegaskan, menteri-menteri yang berada di kabinet saat ini masih fokus menjalankan tugasnya masing-masing hingga masa pemerintahan Jokowi berakhir Oktober mendatang. "Menteri yang ada tetap," ujar dia.
Saat ditanyai apakah hari ini Presiden menggelar rapat dengan menterinya untuk membahas soal reshuffle, Pratikno juga membantah hal tersebut. "Tidak benar, alias salah total," ucapnya.
Soal pengganti Mahfud, Jokowi sebelumnya juga mengatakan, masih mencarinya. "Sebentar nanti kita siapkan kalau sudah ada," kata Jokowi, Rabu (14/2/2024).
Baca juga : Pratama Persadha: Sepertinya Tak Ada Fitur Error Checking
Saat ditanya sosok yang disiapkan untuk menggantikan Mahfud, Presiden menjawab singkat. "Belum," ucapnya.
Ketua DPP Golkar, Dave Akbarshah Fikarno Laksono juga belum mendengar ada perombakan kabinet. Dia memastikan, partai pemerintah tetap solid mendukung pemerintahan Jokowi sampai beres.
"Tidak ada pembahasan seperti itu. Tetap solid," ujar Anggota Komisi I DPR RI ini saat dikontak Rakyat Merdeka, Jumat (16/2/2024).
Senada, dikatakan politisi senior PDIP Hendrawan Supratikno. Menurut dia, partainya komitmen untuk mengawal pemerintahan Jokowi. Sehingga, tidak benar jika ada koleganya yang jadi menteri bakal dirombak.
"Jangan berandai-andai. Terlalu dini. Bisa menimbulkan keguncangan yang tidak perlu. Jangan berspekulasi untuk hal-hal yang kemanfaatannya kecil," tegas Hendrawan kepada Rakyat Merdeka, Jumat (16/2/2024).
Baca juga : Idham Holik: Operator Sirekap KPU Dapat Mengkoreksinya
Lalu bagaimana pandangan pengamat? Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menyebut, yang namanya gosip belum tentu benar dan belum tentu salah. Namun, dia menegaskan, reshuffle adalah hak prerogatif Presiden.
"Karena menteri itu pembantu Presiden, jadi bisa kapan saja diganti, tapi kalau melakukan reshuffle sekarang sama saja cari penyakit," nilai Ujang.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini juga mengatakan, kalau reshuffle sekarang, waktunya tidak pas karena bisa menimbulkan kegaduhan. “Lebih baik menjaga stabilitas dan kondusifitas kabinet," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.