Sebelumnya
Diketahui, Pemerintah resmi mengizinkan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan mengelola Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK).
Hal itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.
PP Nomor 25 Tahun 2024 berlaku efektif sejak ditetapkan Presiden Jokowi tanggal 30 Mei 2024. Melalui aturan itu, Presiden memberi kewenangan kelola tambang kepada ormas keagamaan, untuk memberi kesempatan yang sama dan keadilan dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA).
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan, PBNU bakal menjadi ormas pertama yang mendapatkan hak konsesi tambang. Namun, dia tidak merinci seberapa besar tambang yang akan dikelola PBNU.
Baca juga : Banteng Banten Masih Nunggu Restu Megawati
Viralnya plesetan logo NU mendapat tanggapan beragam di media sosial X.
Gusdurian, Rumail Abbas dalam akun X miliknya, @stakof mengaku tidak terima logo NU dijadikan plesetan komedi. Dia menilai, keputusan PBNU terkait tambang tidak ada hubungannya dengan logo NU.
“Saya juga tidak setuju dengan izin tambang, yang disetujui negara untuk PBNU. Tapi, saya tetap tidak terima jika logo NU diedit sebrengsek itu. Demikianlah nurani kami yang dididik sebagai GUSDURian,” tegasnya.
Akun @rahmanryn menilai, plesetan logo NU yang viral di media sosial, merupakan bentuk kritik netizen atas keputusan NU terjun di usaha tambang. Sebab, banyak pihak menilai keputusan itu didasari oleh motif keuangan.
Baca juga : Senayan Minta Revisi Aturan Impor Barang
“Itu salah elit PBNU. Harusnya mereka koreksi diri, eh malah ngomong sudah lama melarat. Dulu dibilang haram sekarang jadi halal, hanya demi segelintir elit,” cuitnya.
Akun @portal_komplex meminta warga NU tidak terpancing atau terbawa emosi dengan adanya parodi terhadap logo NU. Menurut dia, kritik terhadap logo NU harus dijadikan masukan untuk mengevaluasi para petinggi NU.
“Jangan terpancing. Lambangnya diparodikan untuk menyentil para petinggi, yang terkesan terburu-buru dengan menyikapi tawaran Pemerintah terhadap konsesi tambang,” imbuhnya.
Akun @hipohan mengatakan, parodi terhadap logo NU mencerminkan adanya kesalahan dari para elit dan pengurus. Jadi, yang harus dievaluasi adalah para pengurus.
Baca juga : Duh, Oknum Pengembangan Sewakan Fasos Dan Fasum
“Viral logo NU diedit menjadi UN alias Ulama Nambang, bintang-bintangnya di tambah Rp, lalu bola dunia diubah menjadi ekskavator. Siapa yang salah? Mari evaluasi,” tandasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 19 Juni 2024 dengan judul Logo NU Diplesetkan Jadi UN, Nahdliyin Jangan Terpancing
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.