BREAKING NEWS
 

Pertamax Bakal Naik?

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Senin, 1 Juli 2024 06:54 WIB
Ilustrasi warga membeli Pertamax. (Foto : Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anjloknya nilai tukar rupiah dan melonjaknya harga minyak dunia, tentunya bakal berpengaruh pada harga BBM di dalam negeri. Untuk BBM subsidi seperti Pertalite, kemungkinan pemerintah tidak akan menaikkan.

Bagaimana dengan BBM nonsubsidi seperti Pertamax, apakah bakal naik? Ini yang masih dikaji.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengakui, hingga kini pemerintah masih melakukan kajian. Namun, dia tak menampik bahwa ada peluang harga Pertamax cs akan naik.

“Kalaupun mau naik, harganya harus melihat daya beli masyarakat,” ucapnya di Kantor Ditjen Migas, Jakarta, Jumat (28/6/2024).

Keputusan mengenai harga Pertamax Cs ada di Pertamina dan Kementerian BUMN. Sebagai catatan, Pertamina telah menahan harga BBM nonsubsidi sejak Februari hingga Juni 2024.

Baca juga : Prioritaskan Rakyat Kecil

Harga Pertamax selama empat bulan terakhir berada di level Rp 12.900 per liter. Dalam satu setengah tahun terakhir harga BBM nonsubsidi Pertamina, khususnya Pertamax dengan angka oktan RON 92, cenderung di bawah harga pasar. BBM sekelasnya dari merek lain harganya lebih tinggi.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi menegaskan, BBM subsidi tidak akan naik bulan depan. Sedangkan BBM nonsubdisi, bisa saja naik.

“Kalau Pertamax Cs mungkin,” cetusnya, Minggu (30/6/2024).

Adsense

Meski masih tanda tanya, hingga kemarin, belum ada tanda-tanda kenaikan harga Pertamax series dan Dex series. “Sampai saat ini belum disesuaikan, kalau BBM nonsubsidi ditetapkan badan usaha, sepanjang dalam kisaran harga formulasinya,” ungkap Agus.

Sejauh ini, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia crude oil price (ICP) cenderung stagnan. Meski bebannya akan terasa berat dengan pelemahan rupiah.

Baca juga : Pertarungan Persepsi Publik

Manager Media dan Stakeholder Management PT Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari mengatakan, pihaknya masih mengkaji segala aspek sebelum memutuskan harga BBM bulan depan. Kata Heppy, untuk BBM subsidi, Pertamina manut arahan pemerintah.

“Sejauh ini belum ada informasi kenaikan harga BBM subsidi, baik Biosolar maupun Pertalite,” akunya.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, sekalipun ada penyesuaian harga, kenaikannya jangan terlalu tinggi. Lebih baik jika kenaikannya dilakukan secara bertahap.

Dia mengakui, saat ini pemerintah khususnya Pertamina dalam kondisi dilematis. Pertamina tentu mempertimbangkan fluktuasi nilai tukar rupiah, dan harga minyak mentah yang naik 16 persen secara tahunan. Di sisi lain, kesiapan daya beli beli masyarakat juga harus dipertimbangkan.

“Khususnya kelas menengah yang menjadi pemakai BBM nonsubsidi. Khawatirnya memang akan menekan daya beli, mengurangi konsumsi, dan mengganggu pertumbuhan ekonomi di sisa tahun 2024,” urai Bhima.

Baca juga : Tok, Chelsea Nggak Bakal Lepas Lukaku

Berapa ideal kenaikannya? Harapan Bhima, penyesuaian harganya tidak lebih dari Rp 1.000 per liter, baik Pertamax series maupun Dex series.

Sedangkan BBM subsidi, Bhima meminta agar pemerintah siap mengalokasikan lebih banyak subsidi. “Pemerintah harus berusaha tidak menaikkan Solar maupun Pertalite hingga akhir tahun,” pinta Bhima.

Pengamat ekonomi energi UGM Fahmy Radhi mengatakan, pemerintah tidak perlu menahan lebih lama harga BBM nonsubsidi. Serahkan keputusan itu kepada Pertamina dengan menimbang harga keekonomiannya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense