BREAKING NEWS
 

Kampus Kebangsaan BNPT di UNISNU Jepara

Mahasiswa Diajak Berpikir Kritis dan Reflektif Terhadap Isu Radikal Terorisme

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Senin, 1 Juli 2024 21:14 WIB
Kegiatan Kampus Kebangsaan yang digelar BNPT dalam rangka mencegah paham radikal terorisme, di Kampus UNISNU, Jepara, Senin (1/7/2024). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jepara, dan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) mengadakan kegiatan Kampus Kebangsaan dalam rangka mencegah paham radikal terorisme, di Kampus UNISNU, Jepara, Senin (1/7/2024). Acara mengangkat judul "Pelibatan Anak Muda dalam Pencegahan Paham Radikalisme dan Terorisme".

Kegiatan ini dihadiri 100 orang lebih yang terdiri berbagai kalangan, mulai dari akademisi, mahasiswa, hingga tokoh masyarakat setempat. Dengan latar belakang keanekaragaman budaya dan agama di Indonesia, seminar ini bertujuan untuk mengajak peserta untuk berpikir kritis dan reflektif terhadap isu-isu radikal terorisme, serta memahami dampak negatif yang ditimbulkannya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca juga : Mahfud Ajak Mahasiswa Ikut Pemilu, Hindari Politik Identitas

Direktur Pencegahan BNPT Prof Irfan Idris menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kata dia, terorisme dapat diatasi dengan pemikiran yang kritis dan dialog konstruktif, sedangkan teroris dapat dilumpuhkan dengan kekuatan senjata. “Namun, tindakan represif saja tidak cukup untuk menyelesaikan akar masalah,” ujarnya.

Adsense

Dalam beragama, kata Irfan, harus mengedepankan sikap toleran, saling menghormati, dan memahami perbedaan. Ketika agama dijalankan dengan cinta kasih dan pengertian, akan menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai, menjauhkan diri dari ekstremisme dan radikalisme yang merusak. Pendidikan agama yang inklusif dan moderat menjadi kunci dalam membangun perdamaian dan menghilangkan benih-benih terorisme.

Baca juga : BNPT Ajak Mahasiswa UNNES Kuatkan Kesadaran Publik Akan Bahaya Radikalisme

Irfan melanjutkan, anak muda adalah sasaran empuk bagi kelompok teroris, karena lebih mudah terpengaruh dan direkrut. "Dengan menanamkan nilai-nilai toleransi, pemuda dapat membangun jembatan komunikasi yang kuat, mengurangi konflik, dan memperkuat solidaritas sosial," lanjutnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, toleransi juga memungkinkan mereka untuk menghargai perbedaan dan bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama, sehingga menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan damai.

Baca juga : KAI Perkokoh Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air Karyawan, Cegah Terorisme

Rektor UNISNU Prof Abdul Jamil menyampaikan, program ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat toleransi dan saling menghargai, meningkatkan nilai persatuan dan nasionalisme yang dipupuk melalui interaksi antar mahasiswa dan dosen dengan masyarakat di perguruan tinggi tujuan yang memiliki keberagaman suku, ras dan agama. Kolaborasi BNPT dengan UNISNU menjadi sangat strategis dalam melawan virus tersebut yakni dengan melakukan transformasi nilai kebangsaan, revitalisasi nilai Pancasila, moderasi dalam beragama, penguatan akar budaya bangsa, dan pembangunan kesejahteraan.

Kegiatan yang dimoderatori dosen UNISNU Dwi Erlin Effendi yang sekaligus anggota FKPT Jepara ini berjalan menarik. Beberapa pertanyaan juga dilontarkan sejumlah peserta kepada narasumber. Setelahnya, BNPT mengundang mahasiswa UNISNU untuk mengikuti lomba fotografi dan cipta baca puisi dalam rangka HUT ke-14 BNPT.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense