Dark/Light Mode

KAI Perkokoh Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air Karyawan, Cegah Terorisme

Rabu, 23 Agustus 2023 15:57 WIB
PT Kereta Api Indonesia Persero mengadakan Townhall Meeting bertajuk Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air di Jakarta Railways Center pada Rabu 23/8. (Foto: Istimewa)
PT Kereta Api Indonesia Persero mengadakan Townhall Meeting bertajuk Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air di Jakarta Railways Center pada Rabu 23/8. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam upaya mengokohkan rasa cinta tanah air di kalangan pegawai, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengadakan Townhall Meeting bertajuk "Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air" di Jakarta Railways Center pada Rabu (23/8). Acara ini juga diikuti oleh jajaran pegawai KAI Group melalui platform daring.

Ada sejumlah narasumber penting dihadirkan, diantaranya Direktur Pencegahan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Prof. Irfan Idris, Kepala Satuan Tugas Wilayah DKI Jaya Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Dany, serta Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN, Tedi Bharata.

Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, menekankan tekad perusahaan untuk tidak mentoleransi perilaku yang melanggar hukum, khususnya terkait dengan isu terorisme. 

Pihaknya bersama seluruh stakeholder khususnya BNPT dan Densus 88 akan terus berkolaborasi melakukan langkah-langkah yang terencana, terukur, dan konsisten dalam menghadapi isu tersebut.

Baca juga : Airlangga Berseri-seri

Didiek juga mengingatkan peran teknologi dan media sosial dalam mempengaruhi generasi milenial.

"Generasi milenial rentan terpapar oleh pemikiran-pemikiran radikal yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila. Sehingga pemahaman Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air perlu kita galakkan kembali kepada seluruh insan KAI," kata Didiek di Jakarta Railways Center, Rabu (23/8).

Didiek berharap pertemuan ini akan memperkuat pemahaman mengenai Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air, loyal pada NKRI dan terus memegang AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) dalam menjalankan tugasnya.

"Saya tegaskan kembali kepada seluruh insan KAI bahwa loyalitas kepada NKRI adalah harga mati," tegasnya.

Baca juga : Ngaku Khilaf Tersangkakan Kabasarnas, KPK Minta Maaf Ke TNI

Sementara Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI, Sandry Pasambuna, mengajak para pegawai untuk proaktif mencegah radikalisme dan terorisme. Jangan sampai wawasan kebangsaan dan cinta Tanah Air hanya slogan.

"Marilah kita menjadi garda terdepan dalam menjaga perdamaian dan keamanan, serta mewujudkan Indonesia yang kita cintai menjadi negara yang adil, sejahtera, dan bermartabat,” tandasnya, seraya mengingatkan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial, upaya yang dilakukan dapat berupa pencegahan konflik, penghentian konflik dan pemulihan pascakonflik.

Komisaris Utama KAI, Said Aqil Siroj menyoroti urgensi pemahaman agama secara holistik sebagai perlindungan terhadap paham radikalisme.

Dalam konteks penanganan terorisme, Kombes Pol Dany dari Densus 88 menyampaikan pentingnya pembinaan karyawan untuk mencegah pemahaman intoleransi dan radikalisme. 

Baca juga : PPDB Cuma Indah Di Paparan

Ia menjelaskan bahwa pengawasan profil, konseling psikologis, serta pemahaman agama yang benar menjadi langkah penting. "Selain itu, sinergitas antar lembaga/BUMN/Kepolisian sangatlah penting dilakukan," tuturnya.

Sementara Direktur Pencegahan BNPT Prof. Irfan Idris dalam pemaparannya menjelaskan tentang definisi aksi terorisme. 

Sesuai UU Nomor 5 tahun 2018 Pasal 1 ayat (2); pasal 1 ayat (3) dan Perpres Nomor 7 Tahun 2021, yang dimaksud dengan terorisme yaitu Perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, Iingkungan hidup, fasilitas publik, fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :