Dark/Light Mode

Kepala BNPT: Soft Opening KTN Garut Bukti Negara Hadir Lawan Radikalisme Terorisme

Minggu, 3 Juli 2022 13:28 WIB
Kepala BNPT: Soft Opening KTN Garut Bukti Negara Hadir Lawan Radikalisme Terorisme

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah sukses menggelar soft launching Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) di Turen Jawa Timur dan Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB), kini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kembali menggelar soft opening KTN seluas 10 Hektar di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar menjelaskan, kehadiran KTN Garut merupakan bentuk kehadiran negara dalam proses deradikalisasi berbasiskan kesejahteraan dengan konsep pentahelix melibatkan banyak pihak.

Keterlibatan banyaknya pihak dalam program KTN adalah simbol perlawanan terhadap virus intoleran terorisme yang menjadi musuh bersama.

Baca juga : Pengasuh Ponpes Tebuireng: Saatnya Santri Bergerak Lawan Penyebaran Radikalisme

"Di dalam KTN ini melibatkan banyak pihak. Mengingat terorisme adalah musuh negara. Negara harus hadir dan semua pihak harus dilibatkan," ujar Boy, dalam rilis yang diterima RMid, Minggu (3/7).

Boy mengungkapkan, Garut dipilih menjadi salah satu lokasi pembangunan KTN untuk menekan potensi yang mungkin saja muncul di wilayah tersebut. Menurutnya, program seperti ini disiapkan untuk membangun kewaspadaan bersama terhadap radikalisme terorisme.

Dengan kehadiran KTN Garut, diharapkan semua pihak dapat merasakan manfaatnya terutama bagi mitra derad, agar mereka dapat berbaur serta diterima dengan baik oleh masyarakat umum.

Baca juga : Ngeri Amat, Politisasi Agama Bisa Picu Radikalisme Dan Terorisme

"Dengan KTN ini diharapkan proses reintegrasi mitra derad dengan masyarakat dapat berjalan dengan baik, sehingga mereka diterima baik oleh masyarakat umum," harap Boy. 

Sementara itu Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mewakili Pemda Kabupaten Garut merasa bangga dengan pembangunan KTN di wilayah Garut.

Menurutnya, hal ini menandakan bahwa Pemda dan Masyarakat Garut sepakat menolak seluruh bentuk ideologi kekerasan yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca juga : BNPT dan BPSDM Siap Kolaborasi Cegah Paham Radikal Dan Terorisme

"Kami bisa berbangga dengan hadirnya KTN di Desa Harumansari Garut ini. Kami tidak ingin ada terorisme di Indonesia," jelasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.