RM.id Rakyat Merdeka - Senin (15/7/2024) tepat pukul 23.59 WIB, pendaftaran calon pimpinan (capim) KPK dan Dewas KPK, resmi ditutup. 2 pimpinan KPK: Nurul Ghufron dan Johanis Tanak kembali ikut mendaftarkan diri. 2 pimpinan KPK lainnya: Nawawi Pomolango dan Alexander Marwata tidak mendaftar lagi.
Wakil Ketua Pansel Capim KPK dan Dewas KPK, Arif Satria mengatakan, hingga pukul 20.15 WIB, Senin (15/7/2024), ada 844 orang yang melakukan registrasi akun. “468 akun telah menyertakan dokumen pendaftaran,” jelas Arif dalam keterangan video yang diterima redaksi, Senin (15/7/2024).
Arif merinci, dari jumlah tersebut, ada 280 orang yang mendaftar sebagai Capim KPK, 261 laki-laki, 19 perempuan. Sementara yang mendaftar sebagai Dewas KPK ada 188 orang, 167 laki-laki dan 21 perempuan.
Baca juga : Gibran Siap-siap Mundur Dari Wali Kota Solo
Adapun latar belakang pendaftar berasal dari ASN, akademisi, aparat penegak hukum, lembaga negara, swasta, praktisi, maupun dari organisasi masyarakat sipil. “Pendaftaran akan ditutup pada hari ini (kemarin) pukul 23.59 WIB,” pungkas Arif.
Nurul Ghufron dan Johanis Tanak mengaku jadi bagian dari pendaftar Capim KPK. Pengakuan pertama diungkapkan Nurul Ghufron. Wakil Ketua KPK ini, mengumumkan ikut mendaftar sebagai calon pimpinan KPK periode selanjutnya. Lewat keterangan tertulisnya, Ghufron berharap dapat kembali terpilih menjadi pimpinan KPK.
“Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim, saya mendaftarkan diri menjadi Capim KPK untuk periode 2024-2029,” ucap Ghufron, Senin (15/7/2024).
Baca juga : Projo Ngarep Komunikasi Banteng & Jokowi Mencair
Dalam pesannya itu, Ghufron mengajak semua pihak yang berintegritas dan menginginkan Indonesia bebas korupsi untuk maju dan mendaftarkan diri sebagai Capim dan Dewan Pengawas (Dewas) KPK. “Semakin banyak peserta, akan semakin besar kemungkinan terpilih yang terbaik,” jelasnya.
Mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember ini mengatakan, korupsi tidak bisa diberantas tanpa tindakan nyata. Ia menilai, salah satu langkah menuju Indonesia bebas korupsi adalah dengan mendaftar menjadi pimpinan KPK untuk memimpin langsung perang melawan korupsi di Tanah Air.
Setelah Ghufron, giliran Wakil Ketua KPK Johanis Tanak yang mengumumkan ikut mendaftarkan diri menjadi Capim KPK. Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi ini, menyebut sudah dapat restu dari pimpinan KPK lainnya untuk kembali maju.
Baca juga : Masyarakat Pesisir Dan Pulau Kecil Hidup Dalam Kemiskinan Ekstrem
“Teman-teman pimpinan KPK menghendaki saya ikut seleksi capim KPK, karena saya baru sekali ikut seleksi dan ada dukungan dari teman-teman,” ujar Johanis Tanak, Senin (15/7/2024).
Sementara itu, Ketua KPK Nawawi Pomolango mengaku ogah mengikuti langkah Nurul Ghufron dan Johanis Tanak. Mantan hakim pengadilan tindak pidana korupsi ini menyampaikan, terlalu banyak masalah yang terjadi di internal lembaga antirasuah, menjadi alasannya enggan mendaftar.
“Terlalu banyak persoalan di lembaga ini, dan itu bukan hanya soal Pimpinan,” ujarnya, Senin (15/7/2024).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.