Sebelumnya
“Itu wajib dan harus secara tepat diawasi bagi orang-orang atau remaja yang belum mendapatkan ikatan pernikahan sah baik secara agama maupun pemerintah. Mereka tidak boleh mengaksesnya dalam kesempatan apapun,” tandas Djarot.
Diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), setiap 1.000 perempuan di Indonesia, yang sudah pernah hamil dan melahirkan di rentang usia 15-19 tahun ada 26 orang. Sedangkan berdasarkan data BKKBN, setiap 1.000 perempuan, yang sudah pernah hamil dan melahirkan pada usia yang sama ada 19 orang.
Di media sosial X, warganet ramai membahas soal penyediaan alat kontrasepsi bagi anak sekolah dan remaja. Ada yang mendukung program tersebut, ada juga yang menilai pendidikan soal kesehatan reproduksi lebih penting ketimbang membagikan alat kontrasepsi.
Akun @Sintatyas1 menilai, anak sekolah dan remaja belum layak diberikan alat kontrasepsi.
Baca juga : Pencalonan Karna Tetap Sah, Cabup KIM Jadi Tersangka KPK
“Dengan menyediakan alat kontrasepsi bagi anak usia sekolah dan remaja, tidak akan menyelesaikan masalah. Justru sebaliknya akan membuka lebar seks bebas, karena dianggap ada pengaman dari kehamilan dan penyakit menular seksual,” katanya.
Akun @ariefroow menyebutkan, banyak guru tidak setuju dengan program alat kontrasepsi gratis.
“Kenapa guru-guru, terutama yang udah senior pada gak setuju dengan pelegalan alat kontrasepsi bagi siswa? Kalau mau yang lebih efektif, mending berikan materi pembelajaran yang berkaitan dgn pendidikan seksual remaja,” ungkapnya.
Senada, akun @diamdisuara menyebutkan, tanpa aturan yang terang yang rinci, pembagian alat kontrasepsi kepada remaja bisa berdampak negatif.
Baca juga : Telan Banyak Korban, Ranjau Paku Teror Para Pengendara
“Penyediaan alat kontrasepsi bagi remaja dan anak sekolah yang tidak dijelaskan secara eksplisit. Justru ini bisa berbahaya dan berpeluang meningkatkan perilaku seksual bebas di kalangan remaja dan pelajar,” ujarnya.
Sementara akun @mrbuddy2021 menyatakan setuju dengan pembagian alat kontrasepsi gratis asal diberikan kepada mereka yang sudah menikah.
“Aturannya bukan dibagikan bebas gitu bro, alat kontrasepsi diberikan kepada pasangan muda yang sudah menikah, bukan kepada siapa saja siswa dan remaja,” tulisnya.
Akun @novi_ikko sependapat bahwa remaja yang sudah menikah perlu diberikan alat kontrasepsi biar tidak hamil. Namun akan lebih baik lagi kalau remaja menunda usia pernikahan sampai dewasa.
Baca juga : Blaugrana Kokoh Di Kursi Puncak
“Penyediaan alat kontrasepsi gratis ini kan untuk remaja yang sudah menikah. Harusnya pemerintah mencegah remaja untuk menikah karena tidak baik untuk kesehatan mental dan jasmani. Dan bisa menyebabkan angka stunting meningkat,” sarannya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 2 September 2024 dengan judul Penyediaan Alat Kontrasepsi Gratis Masih Dikritik, Kemenkes: Hanya Untuk Remaja Yang Sudah Nikah
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.