Dark/Light Mode

Penyediaan Alat Kontrasepsi Gratis Masih Dikritik

Kemenkes: Hanya Untuk Remaja Yang Sudah Nikah

Senin, 2 September 2024 07:25 WIB
Ilustrasi petugas kesehatan memasang alat kontrasepsi. (Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/tom)
Ilustrasi petugas kesehatan memasang alat kontrasepsi. (Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/tom)

 Sebelumnya 
“Itu wajib dan harus secara tepat diawasi bagi orang-orang atau remaja yang belum mendapatkan ikatan pernikahan sah baik secara agama maupun pemerintah. Mereka tidak boleh mengaksesnya dalam kesempa­tan apapun,” tandas Djarot.

Diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), setiap 1.000 perempuan di Indonesia, yang sudah pernah hamil dan melahirkan di rentang usia 15-19 tahun ada 26 orang. Sedangkan berdasarkan data BKKBN, setiap 1.000 perem­puan, yang sudah pernah hamil dan melahirkan pada usia yang sama ada 19 orang.

Di media sosial X, warganet ramai membahas soal penyediaan alat kontrasepsi bagi anak sekolah dan remaja. Ada yang mendukung program tersebut, ada juga yang menilai pendidi­kan soal kesehatan reproduksi lebih penting ketimbang mem­bagikan alat kontrasepsi.

Akun @Sintatyas1 menilai, anak sekolah dan remaja belum layak diberikan alat kontrasepsi.

Baca juga : Pencalonan Karna Tetap Sah, Cabup KIM Jadi Tersangka KPK

“Dengan menyediakan alat kontrasepsi bagi anak usia seko­lah dan remaja, tidak akan me­nyelesaikan masalah. Justru sebaliknya akan membuka lebar seks bebas, karena dianggap ada pengaman dari kehamilan dan pe­nyakit menular seksual,” katanya.

Akun @ariefroow menyebutkan, banyak guru tidak setuju dengan program alat kontrasepsi gratis.

“Kenapa guru-guru, terutama yang udah senior pada gak setuju dengan pelegalan alat kontra­sepsi bagi siswa? Kalau mau yang lebih efektif, mending berikan materi pembelajaran yang berkaitan dgn pendidikan seksual remaja,” ungkapnya.

Senada, akun @diamdisuara menyebutkan, tanpa aturan yang terang yang rinci, pembagian alat kontrasepsi kepada remaja bisa berdampak negatif.

Baca juga : Telan Banyak Korban, Ranjau Paku Teror Para Pengendara

“Penyediaan alat kontrasepsi bagi remaja dan anak sekolah yang tidak dijelaskan secara eksplisit. Justru ini bisa berba­haya dan berpeluang mening­katkan perilaku seksual bebas di kalangan remaja dan pelajar,” ujarnya.

Sementara akun @mrbuddy2021 menyatakan setuju deng­an pembagian alat kontrasepsi gratis asal diberikan kepada me­reka yang sudah menikah.

“Aturannya bukan dibagikan bebas gitu bro, alat kontrasepsi diberikan kepada pasangan muda yang sudah menikah, bukan ke­pada siapa saja siswa dan remaja,” tulisnya.

Akun @novi_ikko sependapat bahwa remaja yang sudah meni­kah perlu diberikan alat kontra­sepsi biar tidak hamil. Namun akan lebih baik lagi kalau remaja menunda usia pernikahan sam­pai dewasa.

Baca juga : Blaugrana Kokoh Di Kursi Puncak

“Penyediaan alat kontrasepsi gratis ini kan untuk remaja yang sudah menikah. Harusnya pemerintah mencegah remaja untuk menikah karena tidak baik untuk kesehatan mental dan jasmani. Dan bisa menyebabkan angka stunting meningkat,” sa­rannya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 2 September 2024 dengan judul Penyediaan Alat Kontrasepsi Gratis Masih Dikritik, Kemenkes: Hanya Untuk Remaja Yang Sudah Nikah

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.