BREAKING NEWS
 

Cerita Tommy Soal APBN 2025

Bergerak Tanpa Gejolak, Defisit Tak Membengkak Di Atas 3 Persen

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Rabu, 25 September 2024 22:53 WIB
Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono (jaket hitam) bersama jajaran Kemenkeu di acara Media Gathering Kementerian Keuangan 2024 di Serang, Banten, Rabu (25/9).

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Keuangan II, Thomas Djiwandono berbagi cerita soal pengalamannya ikut serta mengawal Rencana Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025. 

Ia mengaku terlibat dalam penyusunan RAPBN sejak ditunjuk sebagai Tim Gugus Tugas Sinkronisasi. Sekitar dua bulan sebelum dilantik sebagai Wamenkeu II.

"Tugas kita waktu itu soal RAPBN, dengan prinsip proses transisi ini harus berjalan lancar," cerita Wamenkeu II yang karib disapa Tommy dalam obrolan santai bersama insan pers di acara Media Gathering Kementerian Keuangan 2024 di Serang, Banten, Rabu (25/9).

Ia mengatakan bahwa komunikasi dengan pihak Kemenkeu, berjalan cukup intens dan terbuka. Setidaknya, sebut Tommy, ia bisa rapat seminggu sekali dengan Tim Kemenkeu untuk memastikan program presiden dan wakil presiden terpilih di Pilpres 2024 diakomodir dalam APBN 2025

Bahkan ia bisa bertemu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, setiap dua pekan sekali. Meskipun ketika itu, ia belum menjadi bagian dari Kemenkeu.

Dari pengalamannya itu, ia melihat mantan Bos Bank Dunia tersebut memiliki kepimpinan yang luar biasa. Karena, Sri Mulyani, sebutnya, tidak hanya jago dari segi teknokratik tapi juga ahli dalam hal manajerial dan memiliki pemahaman strategis terkait transisi pemerintahan.

Baca juga : Ini Komentar Donald Trump Soal Biden Yang Salah Sebut Namanya Di Konferensi Pers

"Sebelum saya masuk ke dalam Kemenkeu pun, ibu Sri Mulyani sudah menunjukkan keterbukaannya terhadap proses dimana program-program presiden terpilih ini perlu ditampung," lanjutnya. 

Hasilnya, penyusunan RAPBN dapat dilakukan dengan mulus, tanpa gejolak apapun. Tidak hanya antara Tim Sinkronisasi dengan Kemenkeu, tapi juga di DPR.

"Ini menunjukkan suatu transisi, suatu kontinuitas pemerintahan yang sangat baik," kenangnya.

Bahkan, Wamenkeu I Suahasil Nazara, kata Tommy mengaku takjub melihat mulusnya proses penyusunan hingga penetapan APBN 2025. Tidak ada masalah yang alot maupun gejolak yang berarti dalam proses politik anggaran di DPR.

Adsense

"Enggak ada gejolak, malah pak Suahasil bilang, Tom ini enggak enggak biasa seperti ini, biasanya lebih lama. Di ruang lingkup di DPR di situ, enggak mungkin di Banggar bisa secepat itu lah," tandasnya.

Ia memastikan bahwa desain APBN 2025 telah melalui proses yang terukur dan di-manage dengan sangat transparan sebagai cikal bakal dari keberlanjutan.

Baca juga : Menteri AHY Bicara Target Pendaftaran Tanah & Mafia Tanah Di Kota Kembang

"Ini suatu proses yang perlu dihargai, saya merasa terhormat ikut dalam proses tersebut," tandasnya.

Selain didesain untuk menangkap program-program presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo-Gibran, APBN juga berhasil disusun dalam prinsip-prinsip fiskal yang prudent. Tidak seperti yang dikhawatirkan banyak pihak sebelumnya, seperti membengkaknya defisit.

"Wah nanti program unggul bapak presiden terpilih ini bisa desifit di atas 3 persen, itu bulan Juni-Juli loh. tapi faktanya tidak," tuturnya.

Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro menilai tidak adanya gejolak saat APBN 2025 diketuk palu, direspons positif oleh pasar. Proses transisi yang berjalan mulus ini diyakini akan memberikan dampak yang baik bagi ekonomi Indonesia di pemerintahan yang baru.

"Faktor diketuk palunya apbn 2025, dan enggak ada gejolak, ini direspons positif oleh market," kata Andry Asmoro, Rabu (25/9).

Selain itu, pemerintahan Prabowo ke depan juga nilainya akan diuntungkan oleh banyak faktor wide-market atau pasar global. Seperti turunnya suku bunga acuan The Fed hingga naiknya harga sejumlah komoditas. Selain itu, nilai tukar rupiah yang terus menguat dan tidak adanya isu inflasi adalah peluang yang strategis untuk pemerintahan Prabowo mendatang.

Baca juga : Kata Chatib Basri Soal Tim Prabowo-Sri Mulyani Jaga Defisit Di Bawah 3 Persen

"Tinggal bagaimana menjaga harga pangan, dengan memberikan insentif kepada pengusaha agribisnis, agar mendapat margin yang levelnya menarik untuk investor demi ketahanan pangan," cetusnya.

Seperti diketahui, APBN 2025 sudah diketok DPR dengan target penerimaan negara Rp 3.005,12 triliun dan belanja 3.621,31 triliun pada pekan lalu. 

Sementara defisit APBN ditetapkan sebesar Rp 616,18 triliun, atau setara 2,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense