Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ini Komentar Donald Trump Soal Biden Yang Salah Sebut Namanya Di Konferensi Pers
Jumat, 12 Juli 2024 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengomentari momen kepleset lidah rivalnya di Pilpres AS 2024, petahana Joe Biden dalam konferensi pers di KTT NATO Washington, Kamis (11/7/2024).
Dalam konferensi pers perdana sejak November 2023, Biden yang bermaksud menyebut Wakil Presiden Kamala Harris, malah mengucap Wakil Presiden Donald Trump.
“Crooked (si Bengkok) Joe memulai Konferensi Pers 'Big Boy'-nya dengan, 'Saya tidak akan memilih Wakil Presiden Trump untuk menjadi wakil presiden, meskipun saya pikir dia tidak memenuhi syarat untuk menjadi presiden.' Kerja bagus, Joe!” tulis Trump via Truth Social, dengan melampirkan potongan video Biden yang salah sebut namanya, Kamis (11/7/2024).

Baca juga : Kemenag Geber Pengosongan 278 Bidang Lahan UIII Hari Ini, Target Lima Hari Beres
Asal tahu saja, di acara KTT NATO Washington pada Kamis (11/7/2024), Biden dua kali kepleset lidah alias salah sebut.
Yang pertama, salah sebut nama Zelensky (Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky) menjadi Putin (Presiden Rusia Vladimir Putin) di sesi Ukraine Compact. Sesi ini merupakan bentuk dukungan AS dan para sekutu terhadap Ukraina, yang berkonflik dengan Rusia sejak 20 Februari 2022.
Yang kedua, salah sebut nama Wapres Kamala Harris menjadi Donald Trump dalam konferensi pers.
Salah sebut nama ini semakin menguatkan pertanyaan publik tentang kondisi fisik dan mental Biden, di usianya yang telah menyentuh angka 81. Sekutu politiknya di Demokrat disebut ingin mencopotnya dari bursa pencalonan Presiden AS.
Presiden Berikutnya
Baca juga : KPK Cecar Adik SYL Soal Aset Yang Diduga Hasil Korupsi
Beberapa anggota Partai Republik di Kongres dilaporkan mengkapitalisir momen kepleset lidah Biden.
Anggota DPR Florida Anna Paulina Luna memanfaatkannya sebagai alasan untuk menyerukan Jaksa Agung Merrick Garland, agar merilis audio wawancara sang petahana dengan Robert Hur, mantan penasihat khusus Biden yang kini menjadi penyidik kasus dokumen rahasia. Dia menuding Biden mengalami gangguan jiwa.

Sementara Senator Kansas Roger Marshall menggandakan dukungannya terhadap Trump.
Baca juga : Satriwan Salim: Sebaiknya Bukan Tapera Tapi Kredit Perumahan
“Donald Trump bukan Wakil Presiden kita saat ini. Namun dia akan menjadi Presiden kita berikutnya,” tulis Marshall via X.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya