BREAKING NEWS
 

Muluskan Negosiasi Tarif Impor

Pak Prabowo, Isi Dong Kursi Dubes RI Untuk AS

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : ABDUL SHOMAD
Rabu, 9 April 2025 07:25 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono. (Foto: Dok. golkarpedia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kursi kosong Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk Amerika Serikat (AS) lagi rame diperbincangkan ne­tizen. Sebab, posisi itu dianggap penting segera diisi untuk memuluskan agenda Pemerintah melakukan negosiasi im­por yang baru saja dikerek Presiden Donald Trump.

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Andry Satrio Nugroho menyayangkan kosongnya kursi Dubes Indonesia untuk AS yang berjalan hampir dua tahun, setelah ditinggalkan Rosan Roeslani.

Padahal, kata dia, semua kebijakan perdagangan AS bisa berimplikasi besar bagi neraca ekonomi Indonesia. Salah satunya soal tarif impor.

Dia menyarankan, Presiden Prabowo Subianto segera menunjuk Dubes Indonesia untuk AS.

Baca juga : PSU Pilbup Barito Utara Kembali Berujung Di MK

“Hampir dua tahun kita tidak punya wakil di Washington, padahal AS adalah mitra dagang kedua terbesar Indonesia,” ujar Andry dalam keterangannya, dikutip Selasa (8/4/2025).

Dia yakin, jika posisi dubes tidak kosong, dapat memperkuat posisi Indonesia di hadapan AS, sebelum tarif impor diumumkan Presiden Trump. Kekosongan posisi itu, membuat lobi-lobi politik Indonesia dengan AS jadi terhambat.

“Kekosongan itu bisa berdampak besar. Salah satunya, tidak ada mekanisme lobi dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat,” imbuhnya.

Adsense

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono mengamini, posisi Dubes Indonesia untuk AS harus segera diisi. Dia meminta, Presiden Prabowo segera mencari figur yang mempunyai kapabilitas yang baik. Kemudian mengusulkannya ke DPR.

Baca juga : Pemerintah Berhasil Jaga Stabilitas Harga

“Ada sejumlah posisi Dubes yang harus diisi atau diganti. Semua telah berproses. Nanti Pemerintah akan mengirim ke DPR, untuk kami lakukan fit and proper test,” ujarnya.

Seperti diketahui, penunjukan dubes merupakan hak prerogatif Presiden. Selama posisi Dubes mengalami kekosongan, mekanisme di KBRI tetap berjalan, dipimpin oleh Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) atau Chargé d’Affaires.

Dubes RI untuk AS kosong setelah Rosan Roeslani menyelesaikan tugasnya pada 17 Juli 2023. Rosan tak lagi menduduki posisi Dubes RI untuk AS karena ditunjuk menjadi Wakil Menteri BUMN oleh Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi).

Kosongnya kursi Dubes RI untuk AS, ramai diperbincangkan netizen di media sosial X. Mereka meminta Pemerintah segera mengajukan nama-nama calon dubes ke DPR, untuk mengisi kursi tersebut.

Baca juga : Investor Cenderung Simpan Uang Tunai Untuk Jaga-jaga

“Kita mau negosiasi soal Tarif Impor, tapi nggak punya Dubes di AS. Ya ampun, ini beneran?” cuit akun @TOM5helby. “Nah, kan dari kemarin sudah dibahas dan diingatkan. Dengan kondisi seperti ini, harusnya kita punya orang untuk membuka komunikasi dengan Trump,” tulis akun @MariaAlkaff_.

“Isi kursi dubes memang perlu. Tapi, kabinet ini kan menterinya banyak. Pak Presiden bisa kirim, salah satu, salah dua, atau salah tiganya, untuk buka negosiasi,” usul akun @V3g3L.

“Miris banget nggak sih? Kantor Dubes AS di Jakarta itu gede banget dan pasti selalu ada dubesnya. Masa kita malah mensia-siakan posisi strategis seperti itu,” timpal akun @OmJ_JeNggot. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense