Sebelumnya
Penyidik menduga kerugian negara timbul akibat rekayasa pengadaan, markup, hingga pembayaran fiktif dalam proyek yang semula diharapkan jadi sumber listrik Kalbar. Kini, lokasi proyek justru jadi monumen besi berkarat—saksi bisu permainan kotor di balik mega proyek energi.
Tak mau tertinggal, KPK juga tengah membidik perkara sensitif: suap dan gratifikasi kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag). Kasus ini membongkar praktik jual-beli 20 ribu kuota tambahan dari Arab Saudi. Uang sogokan disebut mencapai 2.600–7.000 dolar AS per jemaah, setara Rp 43–116 juta, disetorkan lewat asosiasi haji kepada oknum pejabat Kemenag.
Akibat permainan itu, negara ditaksir rugi lebih dari Rp 1 triliun karena kuota reguler diubah menjadi kuota khusus yang lebih mahal.
Baca juga : Tak Ngeluh Dana Bagi Hasil Dipotong 20 T, Pramono Dipuji Purbaya
“Ada yang modusnya percepatan, ada yang memberikan semacam kutipan ke oknum di Kemenag,” jelas Jubir KPK Budi Prasetyo.
Meski belum ada tersangka, KPK sudah mencegah tiga orang ke luar negeri: mantan Menteri Agama YCQ, eks Stafsus Menag IAZ, dan bos travel haji Maktour, FHM.
Selain itu, KPK juga tengah mengusut dugaan korupsi terkait pemberian fasilitas kredit oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) kepada PT PE, yang diduga merugikan negara sekitar Rp 1,7 triliun.
Baca juga : Pemprov Sumut Siapkan 11 Kebijakan Stabilkan Harga
Kompaknya ketiga lembaga penegak hukum berebut menyikat koruptor dapat apresiasi dari eks penyidik KPK Yudi Purnomo Harahap. Menurutnya, gebrakan ini sebagai sinyal positif. Menurutnya, pemberantasan korupsi tak boleh diserahkan ke satu institusi saja.
“Saya optimis gebrakan tiga lembaga ini bisa memberantas korupsi di negeri kita. Harus ada sinergi dan koordinasi yang kuat,” kata Yudi.
Ia menyarankan dibentuk mekanisme joint investigation untuk kasus besar yang melibatkan jaringan kompleks. “Kalau bisa bareng, penanganannya akan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Baca juga : Kader Partai Ka’bah Tidak Boleh Lagi Saling Menuntut
Jika Kejagung, Polri, dan KPK konsisten mengusut kasus besar dan memburu pelaku tanpa pandang bulu, Yudi yakin ketegasan tersebut bakal membuat koruptor ketar-ketir. “Sekaligus upaya kita untuk memulihkan aset-aset yang dirampok oleh para koruptor,” pungkas Yudi. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.