BREAKING NEWS
 

49 Warga China Masuk Kendari, Masker Diekspor Ke China

Lho, Kok Bobol Begini Sih...

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : MUHAMAD FIKY
Rabu, 18 Maret 2020 06:47 WIB
Viral WNA China masuk Kendari (istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah heboh corona menyerang dunia, Pemerintah diantaranya mengambil kebijakan serius melarang warga China masuk ke sini. Anehnya, larangan ini seperti tidak mempan. 

Buktinya, 49 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China masuk Kendari. Ekspor masker ke China juga melonjak. Lho kok bisa bobol begini? Informasi 49 WNI China masuk Kendari berawal dari sebuah video yang viral di media sosial. 

Video berdurasi 48 detik itu memperlihatkan puluhan warga China bermasker sedang mendorong troli berisi koper bertumpuk di Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Video itu diambil oleh Hardiono, warga Konawe Selatan, Kendari. 

Kapolda Sultra, Brigjen Merdisyam, awalnya menyebut video itu hoaks. Kata dia, rombongan yang ada dalam video itu bukan TKA baru. Tapi TKA China yang sudah bekerja lama di Kendari dan sedang memperbaharui visa di Jakarta. 

Ia pun menangkap Hardiono, si pembuat video. Belakangan diketahui TKA China memang baru datang dari China melalui Thailand. Mereka adalah TKA baru yang akan bekerja di Kabupaten Konawe. 

Tagar copot Kapolda Sultra sempat jadi trending topic pada Senin malam. Dalam waktu singkat tagar mendapat 11 ribu cuitan. 

Mengetahui keliru, Merdisyam menyampaikan permohonan maaf. “Permohonan maaf kepada rekanrekan sekalian dari saya sebagai Kapolda Sultra,” kata Merdisyam dalam keterangan pers di Media Center Mapolda Sultra, kemarin. 

Baca juga : Jong Un Sadis...

Merdisyam mengatakan, ia menerima informasi dari pengelola Bandara Haluoleo bahwa 49 TKA itu baru tiba dari Jakarta. 

Pengelola Bandara Haluoleo juga menyampaikan semua warga asing itu sudah mengantongi visa dan sertifikat kesehatan. Hanya saja, pengelola Bandara Haluoleo tidak menjelaskan riwayat perjalanan puluhan warga asing itu sebelum bertolak dari Jakarta. 

Merdisyam juga mengaku sudah menghubungi PT VDNI, tempat para TKA itu bekerja. Namun, perusahaan itu malah mengatakan bahwa para TKA yang baru masuk adalah pekerja lama. 

Kepala Kantor Perwakilan Kemenkumham Sultra, Sofyan mengatakan, 49 TKA itu bukan TKA lama. 

Sofyan menjelaskan kronologinya. Para TKA itu menggunakan visa kunjungan yang diterbitkan 14 Januari 2020 di KBRI Beijing untuk kegiatan calon TKA dalam rangka uji coba kemampuan bekerja. 

Adsense

Mereka tiba di Thailand pada 29 Februari 2020 dan telah dikarantina di Thailand, berdasarkan surat sertifikat kesehatan pemerintah Thailand, sejak 29 Februari-15 Maret 2020. 

Para TKA itu keluar dari Thailand pada 15 Maret 2020, dan masuk ke Indonesia via Bandara SoekarnoHatta. 

Baca juga : Bandara-bandara PT Angkasa Pura II Terapkan Social Distancing Bagi Penumpang Pesawat

Kemudian ada pemeriksaan kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara SoekarnoHatta (Soetta). KKP kemudian menerbitkan surat rekomendasi berupa kartu kewaspadaan kesehatan untuk para TKA. 

Berdasarkan surat rekomendasi KKP itu, maka petugas Imigrasi Bandara Soetta mengizinkan para TKA itu masuk 15 Maret 2020. 

Para TKA tersebut langsung terbang ke Kendari, dan tiba di Bandara Haluoleo pada pukul 20.00 WITA, Minggu (15/3). Sofyan mengatakan dokumen para TKA itu sah dan masih berlaku. 

Ia menyebut, para TKA itu nantinya akan dikarantina selama 14 hari. Sementara soal ekspor masker diungkap Biro Pusat Statistik (BPS). BPS mencatat, ekspor masker ke tiga negara (Singapura China dan Hong Kong) naik signifikan dalam dua bulan di awal 2020. Merujuk data BPS kenaikan nilai ekspor produk berkode HS 63079040 ini secara total naik 504.534 persen. 

Angka itu didapat dari total ekspor 14.996 dolar AS di tahun 2019 menjadi 75,67 juta dolar AS di dua bulan awal 2020. Kenaikan ekspor paling signifikan terjadi ke China, di mana pada akhir tahun lalu hanya senilai 496 menjadi 26,43 juta dolar AS atau meningkat 5,3 juta persen per Februari 2020. 

Sejumlah pejabat ikut menyorot berita tersebut, seperti Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid. Dia mengelus dada melihat kasus kedatangan TKA asal China di saat korban virus corona makin banyak. “Terasa sangat aneh dan janggal,” ujar @hnurwahid. 

“Corona merebak, TKA China bebas masuk. Seperti tak punya pemimpin,” timpal Waketum Gerindra Fadli Zon di akun @fadlizon. “Teganya kalian bangsa sendiri dikorbankan,” kicau @nurmansyahaffa1. “Kecolongan mulu. Rezim sebenarnya bekerja untuk apa, buat siapa dan siapa yang gaji?,” @misahidayatnas1. Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan kasus ini menjadi pelajaran untuk seluruh pihak dalam memberi informasi kepada publik. 

Baca juga : Mudik dan Lebaran Terpapar Corona

Jika label hoas hanya disematkan pada rakyat, sedangkan aparat & penguasa memberi informasi yang salah hanya disebut “keliru”. :Sesungguhnya negara kita mengkhianati sebuah asas hukum equality before the law,” kicaunya @hincapandjaitan. 

Warganet juga ikut mengelus dada mengetahui banyak masker yang diimpor ke China. “Memang benar-benar keterlaluan,” kicau @haikal_hassan, games. Akun @dezeroelBlitary ikut mempertanyakan kenapa pemerintah isa kecolongan begini. 

Ia heran kenapa pemerintah tak bisa mengendalikan harga masker dan pasokannya. “Bahkan yg terjadi masker langka di dalam negeri eh ada berita masker di ekspor ke China,” ungkapnya. 

Akun @graywriter_ sedih bukan main. Dia mencari masker di apotek susahnya bukan main. “Bagus banget ya ekspor masker. Bapak Soeharto tertawa melihat negeri ini,” cuitnya. Akun @ Arlyanti2 ikutan mengelus dada. Luar biasa kata dia. “Warganya di impor ke sini, ?asker sini di ekspor ke sana. Barter yang menyedihkan buat masyarakat Indonesia,” pungkasnya. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense