RM.id Rakyat Merdeka - Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia menegaskan, TNI tidak terlibat dalam polemik soal Yasinta Moiwend atau yang dikenal sebagai Mama Yasinta.
Ia menyebut, berbagai informasi yang beredar di masyarakat terkait keterlibatan aparat tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.
Menurut Pangdam, tidak pernah ada tindakan pemaksaan maupun penculikan terhadap Mama Yasinta.
Ia menegaskan bahwa klarifikasi tersebut juga diperkuat oleh keterangan langsung dari Mama Yasinta sebagai pihak yang mengalami peristiwa tersebut.
Baca juga : KPK Tangkap 5 Pegawai BPK, Terkait Kasus Muara Enim
“Saya jamin itu bukan perbuatan TNI. Tidak ada penculikan seperti yang ramai diberitakan,” kata Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, Kamis (11/6/2026).
Pangdam menjelaskan, berdasarkan pengakuan Mama Yasinta, keberangkatannya ke Jakarta dilakukan tanpa adanya tekanan atau paksaan dari pihak mana pun.
“Yang mengalami itu Mama Yasinta. Dan pengakuannya jelas, tidak ada penculikan. Ia dalam kondisi aman dan sehat,” tuturnya.
Ia juga membantah berbagai spekulasi yang berkembang mengenai keterlibatan aparat, termasuk isu penggunaan pesawat tertentu dalam proses keberangkatan Mama Yasinta. Menurutnya, informasi tersebut tidak memiliki dasar fakta yang jelas.
Baca juga : Kejagung Maraton Geledah Sejumlah Lokasi Terkait Kasus Dugaan Korupsi MBG
“Isu dibawa dengan pesawat tertentu itu tidak benar. Itu spekulasi yang tidak sesuai fakta,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pangdam menyatakan hingga saat ini tidak ada laporan dari jajaran TNI mengenai tindakan di luar prosedur terhadap warga sipil, termasuk yang berkaitan dengan kasus Mama Yasinta.
Menurutnya, polemik yang berkembang saat ini tidak terlepas dari kurangnya konfirmasi langsung kepada pihak-pihak yang terkait, sehingga memunculkan berbagai asumsi yang berpotensi menyesatkan publik.
“Kalau tidak ada yang bertanya langsung atau mengonfirmasi, lalu muncul asumsi seolah-olah TNI terlibat, ini yang harus diluruskan,” jelasnya.
Baca juga : KPK Segera Tahan 2 Tersangka Baru Kasus Kuota Haji
Pangdam juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar serta tidak mudah mempercayai narasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Kita harus melihat fakta dari yang bersangkutan langsung. Jangan sampai informasi yang tidak benar justru memperkeruh situasi,” imbaunya.
Dengan penegasan tersebut, TNI berharap polemik terkait Mama Yasinta tidak berkembang menjadi disinformasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat maupun mengganggu stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Papua Selatan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.