Sebelumnya
Selanjutnya, dua kepala daerah di Papua juga ngeyel melawan Jokowi. Kalau Prabumulih dan Boyolali menyepelekan corona, Walikota Sorong dan Bupati Mamberamo Tengah (Mamteng) sebaliknya, paranoid. Mereka kompak melawan instruksi Presiden Jokowi yang meminta kepala daerah tak mengambil kebijakan sepihak.
Bupati Mamteng, Ricky Ham Pagawak lebih dulu melakukan penolakan terhadap kebijakan pemerintah pusat. Penolakan diungkapkan dalam video singkat yang viral baru-baru ini. “Jangan bicara sembarangan di Jakarta sana. Ini rakyat kami, tanah kami dan negeri kami!” tegas Ricky, Rabu, 1 April lalu.
Baca juga : Tameng Sri Mulyani Akan Dilucuti DPR
“Saya mau kasih tahu, satu nyawa orang Papua itu sangat mahal untuk orang Papua. Jadi kalau membuat statemen, pernyataan, kami mohon untuk tidak melihat hanya karena daerah di Jakarta,” imbuhnya.
Ricky menegaskan, keputusan lockdown Papua merupakan keputusan bersama mulai tingkat kabupaten/ kota, provinsi dan aprat TNI-Polri. “Apa yang kami lakukan ini demi rakyat, bukan demi jabatan seorang Gubernur, Wali Kota atau Bupati,” tegas Ricky.
Baca juga : Tito ke Kepala Daerah yang Lakukan Pemblokiran Jalan: Buka!
Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau juga menegaskan, kebijakan lockdown semata-mata untuk menyelamatkan masyarakat. Lambert menerapkan lockdown dengan menutup Bandara Deo dan Pelabuhan Sorong, sejak Rabu 1 April 2020. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.