RM.id Rakyat Merdeka - Momen hangat tersaji saat pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Jokowi terlihat begitu mesra. Prabowo beri hormat, Jokowi kasih jempol.
Peristiwa itu terekam, usai Presiden Prabowo selesai berpidato dan turun dari mimbar untuk menyalami tamu yang hadir. Saat tiba di deretan mantan Presiden dan Wakil Presiden, Kepala Negara terlebih dahulu menghampiri Jokowi.
Prabowo kemudian memberikan salam hormat kepada Jokowi. Presiden ke-7 itu membalas dengan gestur serupa. Keduanya selanjutnya berjabat tangan dan terlihat berbincang singkat.
Suasana pertemuan dua presiden tersebut tampak cair. Prabowo dan Jokowi terlihat tersenyum, bahkan sempat tertawa bersama. Di sela perbincangan, Jokowi juga memberikan gestur dua jempol kepada Prabowo.
Momen kehadiran Jokowi diabadikan melalui akun Instagram pribadinya @jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengungkapkan rasa syukur dapat hadir langsung di Jakarta untuk mengikuti rangkaian sidang kenegaraan.
"Alhamdulillah dapat hadir di Jakarta untuk mengikuti jalannya Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD," tulis Jokowi dalam unggahannya.
Baca juga : Kejagung Periksa 6 Saksi Kasus TPPU Eks Jampidsus
"Sidang ini menjadi momentum penting untuk memaparkan capaian pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden @prabowo," sambungnya.
Jokowi juga menyoroti pentingnya forum tersebut untuk melihat arah kebijakan bangsa ke depan. Ia berharap berbagai kebijakan pemerintah dapat membawa Indonesia menuju kemajuan.
"Juga, arah kebijakan bangsa ke depan untuk Indonesia yang lebih maju," lanjut Jokowi.
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Ricky Tamba menilai gestur saling menghormati antara Prabowo dan Jokowi memberikan pesan kuat bahwa Indonesia tetap aman dan kondusif.
"Politik persatuan dan politik kebangsaan selalu menjadi landasan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Ricky kepada Rakyat Merdeka.
Menurut dia, demokrasi tidak harus menghilangkan persaudaraan meskipun perbedaan dan perdebatan politik menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Rivalitas politik, sambungnya, semestinya berhenti ketika kepentingan rakyat dan negara menjadi taruhan.
Baca juga : Ubaid Matraji: Kebijakan Ini Berpotensi Pemborosan Anggaran
"Demokrasi boleh keras dalam perdebatan, tetapi jangan kehilangan persaudaraan. Rivalitas politik berhenti ketika kepentingan rakyat dan negara menjadi taruhan," ujarnya.
Ricky menilai semangat Reformasi 1998 juga tidak semata-mata berkaitan dengan pergantian kekuasaan. Lebih dari itu, reformasi menjadi momentum untuk membangun demokrasi yang semakin dewasa, menghormati perbedaan, serta memastikan proses pergantian kekuasaan berlangsung secara damai.
Karena itu, dia menilai pertemuan dan kemesraan Prabowo-Jokowi bukan sekadar hubungan personal dua tokoh nasional. Keduanya dinilai membawa pesan kepada seluruh elite politik dan masyarakat agar terus mengedepankan politik persatuan.
"Bersama kita bisa mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo," seru Ricky.
Senada, Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno mengatakan masyarakat akan merasa bahagia ketika melihat para pemimpin nasional dapat menjaga hubungan yang guyub. Menurut Eddy, komunikasi antara para pemimpin nasional pada dasarnya tidak terlepas dari upaya memberikan masukan yang produktif dan konstruktif untuk memperbaiki Indonesia ke depan.
"Tidak perlu diragukan lagi kecintaan para pemimpin kita pada Merah Putih. Ini yang menjadi dasar komunikasi dan hubungan yang terjalin di antara para pemimpin nasional kita," ujar Eddy.
Baca juga : Hetifah Sjaifudian: Setuju, Karena Isinya Tak Sesuai Usia Anak
Dia menegaskan, sikap guyub yang ditunjukkan para pemimpin nasional merupakan hal positif yang dapat memberikan ketenangan sekaligus kebahagiaan bagi masyarakat. "Ini yang betul-betul membahagiakan masyarakat, melihat pemimpin-pemimpin kita selalu guyub, teduh, dan kompak dalam membangun Indonesia tercinta," jelas Wakil Ketua MPR itu.
Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menilai gestur dua jempol yang ditunjukkan Jokowi kepada Prabowo menunjukkan hubungan baik yang terjalin di antara kedua tokoh yang pernah berkolaborasi dalam pemerintahan tersebut. Menurut Sugiat, hubungan baik Prabowo tidak hanya terjalin dengan Jokowi, tetapi juga dengan para presiden terdahulu.
"Sesungguhnya, Pak Prabowo juga menjalin hubungan yang sangat baik dengan presiden-presiden terdahulu, seperti Bu Mega, Pak SBY, dan apalagi Jokowi, bahkan dengan seluruh elite politik," sambung Sugiat. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.