BREAKING NEWS
 

Pemerintah Lakukan Refocusing, Anggaran MBG 2027 Sekitar Rp 240 Triliun

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : ADITYA NUGROHO
Minggu, 16 Agustus 2026 07:40 WIB
Sejumlah siswa dan siswi menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Paccerakkang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (5/8/2026). (Foto: Khairizal Anwar/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 sebesar Rp 240 triliun. Namun, anggaran tersebut masih bersifat sementara karena pemerintah masih melakukan refocusing anggaran. 

“Ya, sekitar Rp 240 triliun untuk MBG," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). 

Alokasi tersebut meningkat dibandingkan anggaran MBG pada 2026. Pada awalnya, pagu anggaran MBG tahun lalu ditetapkan sebesar Rp 335 triliun, kemudian setelah dilakukan efisiensi menjadi sekitar Rp 229 triliun. 

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, anggaran MBG Rp 240 triliun untuk tahun depan masih bersifat sementara dan dapat berubah. "Nanti kita lihat, kan kita ada refocusing-refocusing," kata Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan, di tempat yang sama. 

Anggaran tersebut, kata Zulhas, diproyeksikan untuk menjangkau sekitar 70 juta penerima manfaat. 

Pemerintah juga terus mengevaluasi pelaksanaan MBG untuk memastikan program tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran. Evaluasi dilakukan sekaligus untuk memastikan program didukung tata kelola serta standar keamanan pangan yang memadai. 

Baca juga : Prabowo Beri Hormat Jokowi Kasih Jempol

Dalam persiapan pelaksanaan MBG 2027, Zulhas mengungkapkan, pemerintah tengah mengevaluasi sekitar 7.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Pemerintah memberikan waktu tambahan kepada SPPG tersebut untuk menyelesaikan persyaratan.

SPPG yang tidak memenuhi ketentuan dalam batas waktu yang diberikan berpotensi ditutup. "Ada 7.000 SPPG yang sedang kita peringatkan. Yang SLHS-nya belum jadi, ya," kata Zulhas. 

Evaluasi terhadap SPPG tersebut menjadi bagian dari pembenahan pelaksanaan MBG. Pemerintah memastikan seluruh SPPG memenuhi standar yang telah ditetapkan sebelum menjalankan program. 

Adsense

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan, komitmennya untuk melanjutkan program MBG. Dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Prabowo mengatakan, program tersebut akan diteruskan dengan perbaikan dan efisiensi. 

"Kita tidak boleh menerima satu dari empat anak Indonesia mengalami stunting," kata Prabowo. 

Baca juga : Kejagung Periksa 6 Saksi Kasus TPPU Eks Jampidsus

Menurut dia, pemenuhan gizi merupakan hal paling dasar dalam pembangunan manusia. Karena itu, Prabowo mengatakan pelaksanaan MBG ke depan akan lebih difokuskan kepada anak-anak agar mereka dapat tumbuh dan belajar dengan baik. 

Ia juga menegaskan, pemerintah akan terus memperbaiki pelaksanaan program tersebut. "Karena itu, saya bertekad teruskan program MBG, dengan perbaikan, dengan efisiensi," ujar Prabowo. 

504 Dapur Ditutup 

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan, sebanyak 504 dapur MBG telah ditutup secara permanen karena dinyatakan tidak layak secara sanitasi. Penutupan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan laporan dari dinas kesehatan. 

"Ada 504 dapur yang kemudian kami tutup secara permanen karena dinyatakan tidak layak secara sanitasi," ujar Sudaryono dalam keterangan resmi, Jumat (14/8/2026). 

Selain 504 dapur tersebut, sekitar 3.000 dapur lainnya masih dalam proses pemeriksaan oleh dinas kesehatan di masing-masing daerah. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh dapur memenuhi standar keamanan pangan. 

Sudaryono menegaskan, percepatan pemeriksaan tidak boleh dilakukan dengan mengabaikan standar yang telah ditetapkan. Menurut dia, keamanan pangan dalam program MBG berkaitan langsung dengan keselamatan penerima manfaat, khususnya anak-anak. 

Baca juga : Ubaid Matraji: Kebijakan Ini Berpotensi Pemborosan Anggaran

"Mohon maaf, ini urusan nyawa seseorang, urusan nyawa anak-anak kita," kata Sudaryono. 

Mantan Wakil Menteri Pertanian itu menegaskan, BGN menerapkan prinsip toleransi nol terhadap kasus keracunan dalam pelaksanaan program MBG. 

Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai, program MBG memiliki tujuan lebih besar daripada sekadar membagikan makanan kepada masyarakat. Menurut dia, program tersebut merupakan ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membangun manusia yang sehat dan berkualitas. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense