RM.id Rakyat Merdeka - Penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
Pemerintah bersama sejumlah unsur masyarakat juga memberikan dukungan pemulihan psikososial, khususnya bagi anak-anak, melalui kegiatan trauma healing dan penyediaan perpustakaan keliling di posko pengungsian GOR Samador, Kabupaten Sikka.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap kebutuhan pengungsi, khususnya anak-anak yang harus menjalani aktivitas sehari-hari di lokasi pengungsian. Menurut dia, dukungan psikososial penting untuk membantu anak-anak menghadapi dampak bencana.
Baca juga : Komut Pertamina Kunjungi Korban Gempa NTT, Salurkan Bantuan di RS Ruteng
“Kehadiran perpustakaan keliling dan trauma healing di GOR Samador menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan sosial masyarakat terdampak,” kata Berton dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (19/8/2026)
Dalam kegiatan trauma healing, para pendamping mengajak anak-anak berinteraksi dan bermain bersama sehingga mereka tetap dapat menjalani aktivitas sesuai dengan usia dan kebutuhan perkembangannya. Kegiatan tersebut dikemas secara interaktif dan menyenangkan melalui permainan edukatif, bercerita, bernyanyi, hingga aktivitas kelompok.
“Hal ini dilakukan untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan serta mengurangi kecemasan dan tekanan akibat situasi bencana,” ujarnya.
Baca juga : DoctorSHARE Salurkan Bantuan Medis Untuk Korban Gempa Flores
Sementara itu, perpustakaan keliling memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengisi waktu sekaligus menjaga aktivitas belajar dan bermain selama berada di pengungsian. Layanan tersebut didukung oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka.
Berton berharap, layanan dukungan psikososial melalui kolaborasi antarpihak dapat terus diberikan selama masyarakat masih berada di pengungsian. Menurut dia, langkah tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera pulih dan bangkit setelah bencana.
“Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak bencana, terutama kelompok rentan seperti anak-anak,” kata Berton.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.