BREAKING NEWS
 

Sensus Ekonomi Di Rumah Ketua MPR, BPS Jamin Kerahasiaan Data Masyarakat

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 28 Agustus 2026 21:11 WIB
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti (kanan) mendampingi Ketua MPR Ahmad Muzani (tengah) mengikuti Sensus Ekonomi 2026 di rumah dinasnya, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Foto: TIF/Rakyat Merdeka

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pendataan Sensus Ekonomi 2026 di rumah dinas Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani di Jalan Widya Chandra III Nomor 10, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).

Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi dan kegiatan ekonomi masyarakat secara akurat. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengajak masyarakat yang belum mengikuti sensus untuk segera berpartisipasi sebelum periode pendataan berakhir.

"Partisipasi masyarakat penting untuk menghasilkan data yang dapat menggambarkan kondisi kegiatan ekonomi secara lebih akurat. BPS juga terus mendorong keterlibatan warga dalam proses pendataan," ujar Amalia usai melakukan pendataan di kediaman Ahmad Muzani.

Amalia memastikan data yang diberikan masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026 akan dijaga kerahasiaannya. Ia juga menegaskan pendataan tersebut tidak berkaitan dengan urusan perpajakan.

"Jangan khawatir, data akan dijaga kerahasiaannya dan juga kami jamin ini tidak ada kaitannya dengan perpajakan," tegas Amalia.

Baca juga : Ayo Sukseskan Sensus Ekonomi 2026: Data Dijamin Aman, Ekonomi Terpetakan

Untuk memudahkan masyarakat mengikuti sensus, BPS menyediakan metode pengisian data secara mandiri melalui questionnaire online. Masyarakat yang memilih cara tersebut dapat meminta tautan pengisian kepada petugas BPS.

"Kalau ingin mengisi secara sendiri, tidak perlu ditanyakan oleh petugas. Ada questionnaire online yang bisa dilakukan dan diisi secara mandiri," jelasnya.

Amalia juga mengapresiasi Ahmad Muzani yang kooperatif mengikuti proses pendataan. Menurutnya, partisipasi Ketua MPR tersebut menjadi contoh bahwa seluruh masyarakat perlu ikut menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.

"Ini satu bukti Ketua MPR berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi dan beliau tadi dengan sangat kooperatif menjawab pertanyaan kami," kata Amalia.

Adsense

Sementara itu, Ahmad Muzani mengatakan dirinya menerima kedatangan petugas BPS sebagai bentuk kewajiban sekaligus partisipasi sebagai warga negara dalam Sensus Ekonomi 2026. Pendataan tersebut dilakukan dengan didampingi langsung oleh Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Baca juga : GREAT Institute: Data Akurat Jadi Fondasi Kebijakan yang Tepat Sasaran

Dalam proses pendataan, Muzani menjawab sejumlah pertanyaan mengenai jumlah anggota keluarga serta kegiatan usaha yang dilakukan oleh keluarga maupun anggota keluarganya.

"Kami ditanya tentang berapa jumlah keluarga dan usahanya apa saja, baik yang ditangani keluarga ataupun anggota keluarga kami. Kami jawab sesuai dengan kapasitas yang kami miliki," ujar Muzani.

Menurut Muzani, Sensus Ekonomi memiliki peran penting dalam membantu pemerintah menyusun kebijakan yang tepat sasaran. Data yang akurat diperlukan untuk mengetahui kondisi serta aktivitas ekonomi masyarakat secara nyata.

"Ini menjadi sebuah cara negara untuk mengetahui penduduknya tentang berkegiatan ekonomi supaya kebijakan yang akan diambil pada masa yang akan datang adalah kebijakan yang berdasar pada data dan angka yang benar," katanya.

Karena itu, Muzani mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pendataan. Semakin banyak masyarakat yang memberikan data, semakin lengkap pula gambaran kondisi ekonomi yang dapat digunakan pemerintah dalam menyusun kebijakan.

Baca juga : BPS: Sensus Ekonomi 2026 Tidak Ada Kaitannya dengan Pajak

"Saya berharap kegiatan ini bisa berjalan lancar dan diikuti sebanyak mungkin oleh Warga Negara Indonesia," harap politisi Partai Gerindra tersebut.

Usai proses pendataan selesai, rumah dinas Ahmad Muzani kemudian dipasangi stiker sebagai tanda bahwa penghuni rumah telah mengikuti Sensus Ekonomi 2026.

Sensus Ekonomi merupakan kegiatan pendataan yang dilakukan BPS untuk menghimpun informasi mengenai aktivitas ekonomi di Indonesia. Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak 1986 dan digelar setiap 10 tahun sekali pada tahun yang berakhiran angka enam.

Sensus Ekonomi 2026 menyasar pelaku usaha pertanian maupun nonpertanian, baik perorangan maupun badan usaha di seluruh wilayah Indonesia. Pendataan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026.

Data yang dihimpun diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian Indonesia dan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merancang kebijakan pembangunan yang lebih tepat berdasarkan kondisi lapangan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense