BREAKING NEWS
 

Kasus Keracunan MBG

Setelah Sidoarjo, Muncul Di Lasem Dan Toraja

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : SISWANTO
Sabtu, 5 September 2026 07:40 WIB
Siswa SMP Negeri 1 Kabuh menjalani pemeriksaan kesehatan setelah diduga mengalami gejala keracunan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Syaiful Arif/agr)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) masih saja berulang. Setelah Sidoarjo, kasus serupa juga terjadi di Jombang, Lasem, hingga Toraja. Ratusan siswa mengalami gangguan kesehatan setelah diduga menyantap menu MBG.

Sebanyak 256 siswa SMPN 1 Kabuh, Kecamatan Kabuh, Jombang, mengalami gejala keracunan setelah menyantap MBG, Rabu (2/9/2026). Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada menjelaskan, para siswa menyantap MBG sekitar pukul 11.30 WIB. Beberapa jam kemudian, mereka mulai mengalami diare, mual, muntah dan pusing.

“Awalnya orang menganggap diare biasa, tetapi setelah datanya dikumpulkan, ternyata jumlahnya banyak,” kata Hexawan, Jumat (4/9/2026).

Baca juga : 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Saudi

Berdasarkan data sementara, sedikitnya 256 siswa mengalami gejala tersebut. Penanganan medis terhadap para siswa menjadi prioritas Dinkes Jombang.

“Ya kan masih bergerak terus, nanti apakah ada yang masuk lagi di Puskesmas atau tidak,” tutur Hexawan.

Dari 256 siswa tersebut, tujuh di antaranya harus menjalani perawatan intensif di Puskesmas karena kondisi tubuhnya lemas. Sementara 74 siswa lainnya masih menjalani pemantauan melalui rawat jalan di Puskesmas setempat maupun klinik swasta, seperti Klinik Mitra Plus dan Klinik As-Syifa.

Baca juga : Kasus Eks Jampidsus, Kejagung Dalami Aliran Duit Rp 40 M Dari Pengusaha TK

Mayoritas siswa lainnya menjalani pengobatan secara mandiri atau rawat jalan di sejumlah fasilitas kesehatan sekitar. Hexawan tidak menutup kemungkinan jumlah korban bertambah seiring adanya siswa yang baru merasakan gejala atau memeriksakan diri.

Di Lasem, Jawa Tengah, 750 murid dan guru SMAN 1 Lasem mengalami diare massal yang diduga berkaitan dengan menu MBG yang dikonsumsi sehari sebelumnya.

Kamis (3/9/2026), kegiatan belajar mengajar di SMAN 1 Lasem dihentikan lebih cepat setelah sejumlah murid dan guru mengalami mual serta diare sekitar pukul 09.00 WIB.

Baca juga : Selly Andriany Gantina: Pemerintah Dan Platform Harus Bisa Deteksi Dini

Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik mengatakan, pihak sekolah langsung melakukan pendataan terhadap murid yang mengalami diare. Hasil pendataan menunjukkan 725 siswa dan 25 guru mengalami gejala tersebut.

“Akhirnya saya menyuruh agar tiap kelas didata yang mengalami diare itu. Setelah didata ada 20-31 orang dalam satu kelas. Sampai 33 kelas itu total 725 anak yang diare dan guru ada 25 orang. Kalau total jumlah murid itu ada 1.174, guru 95 orang,” kata Juhartutik.

Dia menduga kejadian tersebut berkaitan dengan menu MBG yang dikonsumsi pada Rabu (2/9/2026). Menu yang dibagikan terdiri atas ayam bakar, nasi putih, mendoan dan buah semangka.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense