BREAKING NEWS
 

Kasus Keracunan MBG

Setelah Sidoarjo, Muncul Di Lasem Dan Toraja

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : SISWANTO
Sabtu, 5 September 2026 07:40 WIB
Siswa SMP Negeri 1 Kabuh menjalani pemeriksaan kesehatan setelah diduga mengalami gejala keracunan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Syaiful Arif/agr)

 Sebelumnya 
Selain di Jombang, kasus serupa juga terjadi di Sulawesi Selatan. Sebanyak 160 siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Makale, Kabupaten Tana Toraja, mengalami gangguan kesehatan setelah diduga menyantap menu MBG. Hingga Jumat (4/9/2026), sebanyak 81 siswa masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit.

Di Sidoarjo, jumlah korban justru terus bertambah. Korban dugaan keracunan MBG di Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan sejumlah sekolah di Tanggulangin kini mencapai 746 orang.

Jumlah tersebut merupakan data pasien yang dihimpun Dinkes Sidoarjo, baik yang menjalani perawatan di rumah sakit maupun yang melaporkan diri ke berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), seperti dokter praktik swasta, bidan dan Puskesmas.

Baca juga : 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Saudi

Update korban keracunan makanan Ponpes Manbaul Hikam yang merasakan keluhan dan mendapatkan perawatan medis di fasyankes, total ada 746 pasien,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Sidoarjo, dr Lakhsmita Herawati, Jumat (4/9/2026).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap laporan gangguan kesehatan yang diduga terjadi setelah mengonsumsi MBG di sejumlah daerah.

“Tentu kami sangat terpukul sebetulnya, tapi kami tidak boleh menyerah. Insyaallah, kami perbaiki semua tata kelolanya, aturannya, penataan keuangannya, dan lain sebagainya,” kata Mas Dar, sapaan akrab Sudaryono, usai rapat dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/9/2026) malam.

Adsense

Baca juga : Kasus Eks Jampidsus, Kejagung Dalami Aliran Duit Rp 40 M Dari Pengusaha TK

Terkait dugaan unsur pidana, Sudaryono menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. “Pidana atau tidaknya itu tergantung hasil penyelidikan dari pihak aparat penegak hukum,” ujar mantan Wakil Menteri Pertanian tersebut.

Berdasarkan laporan yang diterima, sejumlah kasus gangguan kesehatan tersebut telah masuk tahap penyidikan. Namun, Sudaryono tidak memerinci lokasi maupun kasus yang dimaksud.

“Apakah ada tersangka atau tidak, kita serahkan kepada hasil penyidikan atau penyelidikan oleh aparat penegak hukum,” pesannya.

Baca juga : Selly Andriany Gantina: Pemerintah Dan Platform Harus Bisa Deteksi Dini

BGN juga telah memecat Kepala SPPG Kalitengah Rafli Ridho yang dapurnya menjadi sumber makanan dalam kasus Sidoarjo. “Sudah. Begitu kejadian, dapurnya tidak dioperasionalkan, kepala dapurnya dicopot,” ungkap Wakil Kepala BGN Trenggono di RSUD Notopuro Sidoarjo, Jumat (4/9/2026).

Trenggono memastikan BGN terus melakukan perbaikan dan evaluasi pelaksanaan program MBG, termasuk memastikan seluruh SPPG mematuhi Standard Operating Procedure (SOP).

Menurutnya, rata-rata kasus keracunan terjadi karena SPPG tidak patuh terhadap SOP.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense