BREAKING NEWS
 

Corona Naik-Turun, PHK Yang Meroket

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : UJANG SUNDA
Minggu, 3 Mei 2020 06:23 WIB
Ilustrasi pekerja yang dihantui PHK dan corona. (Kartun: Mice)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasien corona yang positif, yang sembuh dan yang meninggal, masih naik turun. Kadang naik. Kadang turun. Sementara itu, jumlah korban PHK akibat dampak corona, tidak turun-turun, bahkan terus meroket. KADIN mencatat, jumlahnya sudah mencapai 15 juta pekerja.

Pandemi virus corona bikin dunia usaha terpukul. Akibatnya banyak pabrik atau tempat usaha yang melakukan PHK atau merumahkan karyawannya. Sebagian besar pekerja yang terkena PHK adalah industri pariwisata dan tekstil. Sekitar 80 persen perusahaan tekstil dan produk tekstil menghentikan aktivitas produksi. 

Kasus PHK teranyar menimpa buruh di PT Shyang Yao Fung. Produsen sepatu merek dunia seperti Adidas dan Nike ini baru-baru saja melakukan PHK terhadap 2.500 karyawannya. Selain PHK, perusahaan juga menutup pabriknya di Tangerang dan merelokasi pabriknya ke Brebes, Jawa Tengah. 

Jumlah kasus PHK bertambah tiap harinya. Sampai Jumat kemarin, jumlah pekerja yang tercatat terkena PHK atau dirumahkan di Kementerian Tenaga Kerja sudah mencapai 1,7 juta orang. Rinciannya, 1.032.160 pekerja di antaranya berasal dari sektor formal dan 314.833 pekerja lainnya berasal dari sektor informal. Ada pun jumlah pekerja yang dirumahkan mencapai 1.347.793, sedangkan yang di-PHK mencapai 375.165 pekerja. 

Baca juga : Jubir Corona Ngalahin Presiden dan Menkes

Jumlah ini berbeda dengan hitunghitungan Kamar Dagang dan Industri (KADIN). Wakil Ketua Umum KADIN, Suryani Motik mengatakan, jumlah pengangguran akibat pandemi virus corona sudah 15 juta orang. Dia bilang, data yang dimilikinya lebih besar dari jumlah yang dirilis Kemenaker. “Dua juta itu yang dilaporkan. Banyak pekerja di sektor UMKM tidak melaporkan,” kata Suryani, di acara diskusi online, kemarin. 

Menurut dia, jumlah PHK paling banyak ada di sektor hotel, restoran, pariwisata dan juga UMKM. Sektor hotel misalnya, mempekerjakan sekitar 15 juta tenaga kerja. Saat ini, sudah banyak hotel yang memutuskan untuk merumahkan karyawannya. Data 2018, UMKM jumlahnya ada 61 juta. “Kalau rata-rata mempekerjakan 1-2 orang, berapa besar jumlahnya,” kata Suryani. 

Adsense

Karena itu, Suryani meminta kepada pemerintah untuk menyalurkan stimulus berupa bantuan langsung tunai (BLT) kepada para tenaga kerja yang terdampak pandemi corona. “Kalau stimulus tidak tepat sasaran, akan bahaya bagi kita,” ucapnya. 

Ia menjelaskan, kondisi UMKM saat ini berkebalikan saat krisis moneter pada 1998. Bila pada tahun itu UMKM bisa menjadi tulang punggung geliat ekonomi, saat ini UMKM justru menjadi sektor usaha yang paling terdampak. Terlebih lagi, tak semua UMKM bisa beralih ke online. Untuk usaha kecil, kondisi seketika membuat usaha langsung terkapar. Untuk kategori menengah, Suryani memperkirakan mereka hanya bakal bertahan tak lebih dari dua bulan. 

Baca juga : Jokowi Pede Ekonomi Meroket Tahun Depan

Soal PHK, kemarin, Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, memberikan data terbaru. Menurutnya, ada 60 ribu karyawan yang di PHK di Jabar. Mereka yang kena PHK akan disalurkan melalui kartu prakerja. Jabar memiliki kuota kartu prakerja sebanyak 900 ribu. 

Ekonom Indef, Andry Satrio Nugroho memprediksi, badai PHK akan mencapai puncaknya Juni mendatang. Pekerja yang paling terdampak adalah sektor pariwisata dan jasa. Yang paling mengkhawatirkan adalah dampak pandemi terhadap sektor informal dan UMKM. Andry menuturkan, kondisi paling ditakutkan sebenarnya bukanlah PHK, melainkan mereka yang dirumahkan. Sebab, korban PHK masih memiliki kesempatan untuk mendapat pesangon, berbeda halnya dengan mereka yang dirumahkan. Mereka terpaksa dirumahkan karena kegiatan produksi di sektor terdampak terus menurun. 

Untuk menekan tingkat PHK dan kebijakan dirumahkan dari sektor terdampak, Andry menganjurkan pemerintah memberikan keringanan terkait pembayaran hak dari pekerja. Di sisi lain, perusahaan juga harus terus berdiskusi dengan pekerja untuk membicarakan dispensasi pembayaran hak pekerja selama pandemi corona. Di antaranya THR. Khususnya bagi perusahaan kecil yang sekarang sulit mengatur cashflow. 

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menjelaskan, fokus pemerintah saat ini mempertahankan para buruh tetap bekerja dan berpenghasilan, serta menjaga kesehatan keuangan perusahaan agar bisa memberi upah kepada pekerjanya. “Berbagai paket stimulus ekonomi ini diberikan kepada perusahaan yang memiliki komitmen untuk tidak melakukan PHK,” ujar Ida. 

Baca juga : Banyak Gedung Sepi, Pengendalian Hama Jangan Sampai Berhenti

Berbeda dengan kasus PHK yang meroket, data terkait corona masih naik turun. Kemarin, kasus positif corona di Indonesia mencapai 10.843 kasus. Sedangkan pasien sembuh Corona berjumlah 1.665 orang dan meninggal 831 orang. Sehari sebelumnya, Jumat (1/5), jumlah pasien yang positif mencapai 10.551 orang. Jumlah pasien sembuh 1.591 orang dan 800 orang meninggal. Sedangkan, Kamis (30/4), jumlah kasus positif mencapai 10.118 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 792 orang meninggal dunia dan 1.522 orang lainnya dinyatakan sembuh. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense