Sebelumnya
Dalam dakwaan disebutkan, permintaan uang dari Imam Nahrawi itu dikemukakan Tommy kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Program Satlak Prima 2016-2017 Edward Taufan Pandjaitan alias Ucok.
Tommy meminta Ucok menyiapkan Rp1 miliar untuk diserahkan ke Imam, melalui staf khusus Imam Nahrawi yaitu Miftahul Ulum.
Ucok lalu mengambil uang Rp 1 miliar yang berasal dari anggaran program Satlak Prima. Asisten Direktur Keuangan Satlak Prima Reiki Mamesah mengambil uang itu, dan menyerahkannya kepada Taufik Hidayat.
Baca juga : Taufik Hidayat Jadi Perantara Gratifikasi Imam Nahrawi
Taufik kemudian setor ke Ulum. Tommy yang juga menjadi saksi dalam persidangan mengakuinya.
Tommy bilang, selain memberikan duit Rp 1 miliar, dia juga menyerahkan uang Rp 800 juta kepada Taufik. Namun, Taufik membantahnya.
"Beliau (Tommy) ada di situ. Beliau meminta saya untuk tanda tangan. Tapi, saya tidak tanda tangan, karena itu bukan ranah saya. Bukan hak saya juga. Itu saya keberatan. Saya hanya dikasihkan uang itu. Pak Tommy sendiri yang membawa uang itu. Bukan saya," elak Taufik.
Baca juga : Penyidikan Selesai, Bupati Sidoarjo Cs Bakal Disidang
Uang Rp 800 juta itu sebelumnya disebut untuk penanganan perkara pidana, yang sedang dihadapi oleh adik Imam Nahrawi, Syamsul Arifin.
Syamsul pernah diperiksa Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018, yang menyeret Ikhwan Agus Salim dari PT Hias Prima Gitalis Indonesia (HPGI) sebagai tersangka.
Syamsul adalah pelaksana lapangan kegiatan sosialisasi Asian Games 2018 di Surabaya. Sosialisasi ini seharusnya dilaksanakan PT HPGI, tapi dialihkan kepada Syamsul yang menggunakan bendera CV Cita Entertainment (CE).
Baca juga : Eks Mendag Gaet Pengusaha Beri Bantuan APD Ke Rumah Sakit Di Yogyakarta
"Saya tidak tahu uang Rp 800 juta itu dari mana. Beliaulah (Tommy) yang tahu masalah keuangan itu," imbuh peraih medali emas Olimpiade cabang badminton tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.