RM.id Rakyat Merdeka - Jaksa Agung ST Burhanuddin ogah menanggapi dugaan politisi PAN Amien Rais, soal kebakaran markasnya yang dilakukan orang dalam.
Ditanya usai menghadiri rapat dengan Komisi III DPR, Rabu (26/8), Burhanuddin memilih irit bicara. "Nggak mbak, nanti aja, nanti ya," elaknya sambil berjalan cepat, dengan kawalan beberapa petugas Korps Adhyaksa.
Sejumlah pertanyaan lain, mulai dari isu dirinya melakukan video call dengan Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang tersangkut kasus pelarian Djoko Tjandra, kondisi pasca kebakaran, hingga gedung yang belum diasuransikan, juga tak digubrisnya. Burhanuddin meminta wartawan menanyakannya ke Kapuspen Kejagung Hari Setiyono.
Baca juga : Kapolri Idham Azis : Tingkatkan Keamanan Di Markas-markas Kepolisian
"Nanti nanti Kapuspen kan udah nerangkan ya oke. Nanti aja ya," tampik Burhanuddin.
Sebelumnya, lewat akun Instagramnya, @amienraisofficial, Amien Rais menduga, gedung utama Kejagung sengaja dibakar oleh "orang dalam" atas perintah pihak yang disebutnya sebagai Mafia Taipan dan Cukong (MTC).
"Saya khawatir yang membakar gedung Kejaksaan Agung kita itu, simbol keadilan itu, tentu orang dalam, lagi-lagi atas perintah dari MTC itu," ujar Amien.
Baca juga : KPK: Tunggu Saja Hasil Pemeriksaan
Eks Ketua MPR itu mengingatkan insiden kebakaran gedung Bank Indonesia (BI) yang akhirnya membuat proses penegakan hukum dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dihentikan.
Kejagung sudah berkali-kali sebenarnya meminta agar publik tak berspekulasi dan menunggu hasil investigasi kepolisian. Namun, Amien berkilah, spekulasi itu merupakan bentuk kekhawatiran publik terkait dengan penanganan sejumlah kasus-kasus korupsi besar yang telah merugikan Indonesia.
"Jangan-jangan nanti nggak akan terbuka lagi. Sehingga nanti berkas Djoko Tjandra hilang siapa tahu, walaupun dijamin Mahfud tidak akan hilang tapi itu jaminan juga yang belum jelas, Mahfud juga khas omongan seperti itu," tutur Amien, menyeret Menko Polhukam Mahfud MD.
Baca juga : Buntut Kebakaran, Jaksa Agung Pindah Kantor Sementara
Amien pun mendesak kepolisian lekas mengungkap insiden kebakaran tersebut. Dia membandingkannya dengan penangkapan teroris yang dilakukan korps baju cokelat.
"Bagaimana masa depan bangsa kita, kalau kemudian teman-teman kepolisian itu, sebetulnya pada saat tertentu sangat hebat. Tapi pada saat tertentu, lain lagi. Maaf ya, mungkin memble istilah anak sekarang ya," sindirnya. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.