Sebelumnya
Dengan model relasional pada perumahan vertikal yang semakin subur di Jadebotabek ini, pendekatan Rukom atau Rumma ini akan memiliki beberapa implikasi sosial budaya yang penting. Di antaranya adalah akan merawat atau meningkatkan kualitas modal sosial masyarakat kota.
Harus diakui secara jujur bahwa modal sosial masyarakat kota mengalami dinamika dan transformasi signifikan seiring meluruhnya budaya kebersamaan. Modal sosial dalam konteks yang lebih besar telah terbukti bisa membangkitkan kekuatan masyarakat untuk memperkuat peradaban.
Baca juga : Layanan Komunikasi Telkomsel Di Sumatera Berangsur Pulih
Sebaliknya, ketika peluruhan modal sosial tidak direm lajunya, peradaban manusia dengan sendirinya mengalami ancaman serius. Karena itu, pendekatan Rumma atau Rukom ini layak dipertimbangkan untuk mengatasi defisitnya modal sosial masyarakat, khususnya di level yang cukup mikro.
Penghuni perumahan vertikal ini secara kuantitas sangat besar. Sehingga jika digarap serius, maka bisa digerakkan untuk hal-hal positif yang besar dan kuat. Bukankah bangsa yang tangguh itu dibangun dari sebuah komunitas yang juga tangguh? [*]
Baca juga : Wamenag : KUA Institusi Penting Perkuat Moderasi Beragama
[Penulis adalah Doktor bidang Sosiologi Universitas Indonesia (UI), Ketua Program Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dan dosen Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.