Sebelumnya
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan juga khawatir, peningkatan kasus Corona di klaster keluarga pasca libur panjang. Pasalnya, libur panjang ini biasanya dimanfaatkan warga untuk mengunjungi keluarga dan kolega.
Anies menyebut, angka klaster keluarga cukup tinggi mencapai 39 persen. Jumlah klasternya sebanyak 4.684 dan total positif sampai 36.659 kasus.
“Artinya, banyak sekali penularan yang justru terjadi di dalam keluarga,” kata Anies dalam siaran pers yang disiarkan YouTube Pemprov DKI Jakarta, kemarin.
Baca juga : Hari Kedua Libur Panjang, Bima Arya Temukan Restoran Dan Cafe Langgar Protokol Kesehatan
Anies mengingatkan, warga tetap mengenakan masker, menjaga jarak dan rutin cuci tangan, meski bertemu dengan saudara.
“Insya Allah dengan begitu kita bisa melewati masa liburan ini tanpa mengalami konsekuensi lonjakan penularan Covid-19,” harapnya.
Epidemiolog Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono geleng-geleng kepala menyaksikan banyak orang ramai berlibur di saat pandemi. Anjuran agar tetap di rumah saja tak digubris. Virus Corona seolah tak dianggap lagi.
Baca juga : Libur Panjang, 336 Kendaraaan Meninggalkan Jakarta
Menurut dia, saat warga menikmati liburan panjang, Virus Corona juga ikut sibuk berpindah ke banyak orang dalam pola yang sudah ditebak, yaitu lewat moda transportasi, pertemuan, dan rumah tangga.
“Seharusnya wisata jangan didorong, apalagi Pak Jokowi sudah mengingatkan: kasus dapat meningkat tajam,” kicau dr Pandu di akun @drpriono.
Ia pun mengungkapkan keheranan kepada pemerintah yang mengeluarkan kebijakan mendorong orang berlibur di saat pandemi. Kebijakan itu adalah memberlakukan cuti bersama diperkuat dengan diskon besar-besaran untuk tiket, hotel dan paket wisata.
Baca juga : Libur Panjang, 336 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta
Di saat yang sama, kata dia, ada imbauan agar jangan berpergian yang terkesan serius untuk atasi pandemi.
“Indonesia memang negeri penuh kontradiksi. Kalau ada lonjakan kasus yang disalahkan masyarakat karena abai dan tidak peduli protokol kesehatan,” pungkasnya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.