RM.id Rakyat Merdeka - Saat ini, banyak masyarakat yang ce mas mengetahui pertumbuhan ekonomi di kuartal III tahun ini yang minus 3,49 persen. Rakyat khawatir, resesi ekonomi akan bikin hidup makin susah. Menyikapi ini, Juru Bicara Kepresidenan, Fadjroel Rachman coba membangun optimisme di tengah kecemasan itu. Di media sosial, Fadjroel melambungkan #IndonesiaMembaik. Sayangnya, tagar Fadjroel ini sepi supporter.
Fadjroel mulai melambungkan #IndonesiaMembaik itu, Kamis, (5/11) malam. Saat itu, dia menanggapi kanal berita Jokowinomics berjudul BPS: PDB Kuartal III Minus 3,49 persen, Membaik Dari Kuartal II. Cuitan @fadjroel hanya 2 kali di-retweet, dan disukai 5 akun.
Meskipun hanya direspon sedikit, Fadjroel tak berhenti. Di cuitan berikutnya, Fadjroel kembali melambungkan tagar tersebut dalam berita yang menyebut perekonomian Indonesia telah membaik. Lagi-lagi, respons netizen gak banyak berubah. Yang mengomentari cuitannya, selalu kurang dari 10 orang. Padahal, Fadjroel menyandang jabatan Jubir Presiden.
Baca juga : Penanganan Covid-19 Indonesia Lebih Baik Dari Rata-rata Dunia
Selain soal pertumbuhan ekonomi, eks Komisaris Adhi Karya ini juga nimpalin berita-berita pembangunan infrastruktur. Seperti Jalan Tol Bakauheni Terbanggi Besar sepanjang 140,94 km, atau jalan tol terpanjang kedua di Indonesia. Tol ini juga merupakan jaringan Tol Trans Sumatera. Begitu juga tol pinggiran Jakarta yang satu per satu mulai nyambung. Lagi-lagi, cuitan ini sepi komentar.
Tak cukup sekadar cuitan, Fadjroel juga mengunggah selebaran. Berlatar hijau, isinya: Pemulihan Sektor Usaha Meningkat Ke Zona Positif.
Pertama, sektor pertanian tumbuh positif 2,2 persen. Kedua, sektor industri pengolahan meningkat menjadi minus 4,3 persen dari minus 6,2 persen. Ketiga, sektor perdagangan tumbuh minus 5,0 persen membalik dari minus 7,6 persen di triwulan II. Diakhiri dengan grafik meningkat, tak lupa #IndonesiaMembaik.
Baca juga : 200 Ribu Anak Indonesia Ikut Program Penguatan Literasi
Selanjutnya, selebaran berlatar biru, isinya: Peningkatan Titik Balik Pemulihan Ekonomi Sisi Pariwisata dan Mobilitas Masyarakat. Yang paling terbaru, selebaran berlatar jingga, isinya: Sektor Yang Berkontribusi Terbesar Dalam Pemulihan Ekonomi.
Pertama, sektor industri pengolahan meningkat menjadi minus 4,3 persen dari minus 6,2 persen. Kedua, sektor perdagangan besar dan eceran tumbuh minus 5,0 persen dari minus 7,6 persen di triwulan II. Tentunya dengan #IndonesiaMembaik.
Berbagai upaya Fadjroel untuk melambungkan #IndonesiaBangkit, tak cukup menyita perhatian publik. Tagar yang dilambungkan Fadjroel masih kalah beken dengan masalah resesi yang banyak diributkan netizen.
Baca juga : Gabung Timnas Indonesia U-19 Di Kroasia, Elkan Baggot Siap Lawan Dugopolje
Akun @anwarrifaiy sampai mencermati tagar yang coba dilambungkan Fadjroel. “Setelah gua cek, ternyata hampir seluruh tweet Fadjrul emang nggak laku, sepi like, sepi komen, sepi retweet, sepi..,” ujarnya.
Akun @Nanyo_5 lebih bijak. Dia meminta pria kelahiran Banjarmasin 56 tahun silam itu, berbenah. Setidaknya, mengenang kejadian yang telah berlalu. “Jrul, sebagai rakyat saya sarankan lo untuk instrospeksi. Kenapa sebagai jubir twitan lo gak disambut warganet. Tidak komunikatifkah? Tidak menarikkah? Atau karena suka ngeblok? Instrospeksi ye. Jangan diblok,” imbuhnya.
Bukan cuma sepi peminat, cuitan Fadjroel justru cenderung dikritisi. Seperti akun @Yuliant11292255 yang mempertanyakan unggahannya. “Ah yang bener drooooh?” katanya. “Salah baca data nih,” timpal @MediaRakyat4. “Masa,” cetus @Ridho02026883, tak percaya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.