Dark/Light Mode

Target Jokowi Tumbuhkan Ekonomi 4,5 Sampai 5,5 Persen

Fadel: Pecutan Bagi Menterinya

Selasa, 18 Agustus 2020 06:08 WIB
Fadel Muhammad . (Foto Tribunnews)
Fadel Muhammad . (Foto Tribunnews)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad mengatakan, pidato Presiden Jokowi yang menyebutkan target pertumbuhan ekonomi mencapai 4,5-5,5 persen merupakan cambuk bagi para menteri, khususnya di bidang perekonomian.

Meski tidak mudah mencapai target tersebut, tapi bukan sesuatu yang mustahil. “Target Presiden Jokowi wajib didukung para menterinya dengan sungguh-sungguh. Ini cambuk buat para menterinya. Sebab, kalau menterinya tidak all out, dikhawatirkan target Presiden itu meleset,” kata Fadel kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Diketahui, dalam pidato penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2021 beserta Nota Keuangan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jumat (14/8), Presiden Jokowi mengatakan, tingkat pertumbuhan ekonomi diharapkan didukung oleh peningkatan konsumsi domestik dan investasi.

Baca juga : Target Laju Ekonomi Pecutan Buat Menteri

“Pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 4,5 persen hingga 5,5 persen. Tingkat pertumbuhan ekonomi ini diharapkan didukung oleh peningkatan konsumsi domestik dan investasi sebagai motor penggerak utama,” kata Jokowi.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi itu, Fadel berpendapat kinerja para menteri ditingkatkan. Para menteri di bidang perekonomian harus bekerja dua kali lipat lebih keras lagi. “Sebab, target pertumbuhan ekonomi 4,5-5,5 persen bukan pekerjaan yang ringan,” ujar mantan Ketua Komisi XI DPR itu.

Fadel juga mengapresiasi rencana Presiden Jokowi memberikan subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Ini langkah bagus untuk mendongkrak perekonomian daerah. Tetapi jumlah subsidinya seharusnya cukup besar,” kata mantan Gubernur Gorontalo dua periode ini.

Baca juga : Pemkab Taput Bangun Sentra Budidaya Bibit Kemenyan

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan meminta kepada pemerintah untuk melakukan kajian yang matang dalam merancang target pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, target tinggi yang dipasang oleh pemerintah sangat tidak relevan dengan kondisi Indonesia hari ini.

“Pertumbuhan ekonomi yang anjlok dan minus, PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terjadi di mana-mana, serta daya beli masyarakat semakin rendah dan kemampuan pemerintah harusnya menjadi pertimbangan dalam penentuan target,” ungkap Syarief.

Sementara, Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani, Yustinus Prastowo yakin Indonesia akan mencapai target pertumbuhan ekonomi di level 4,5-5,5 persen pada 2021. Ambisi tersebut didorong oleh pergerakan perekonomian yang berpeluang menunjukkan tren membaik pada paruh kedua 2020.

Baca juga : Jaga Netralitas, Jokowi Dipastikan Nggak Pulkam Sampai Pilkada Selesai

“Target 2021 sangat tergantung pada realisasi 2020. Kalau pandemi bisa diatasi dengan baik dan pertumbuhan nol persen saja, itu sudah menjadi awal yang bagus dan artinya tren membaik,” katanya.

Adapun secara konvensional, pertumbuhan ekonomi dipengaruhi konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, dan kinerja ekspor. Dari sisi konsumsi rumah tangga, Prastowo menerangkan pemerintah memiliki pelbagai skenario untuk mendongkrak belanja sampai akhir tahun nanti. [QAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.