RM.id Rakyat Merdeka - Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) meragukan pelaksanaan jargon revolusi akhlak yang didengungkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Pasalnya, revolusi akhlak, yang hakekatnya bagus, itu tidak terlihat sejak kepulangan Rizieq pada Selasa (10/11), hingga saat ini.
"Dari awal kedatangan (Rizieq), banyak masyarakat yang mengeluh dengan acara penjemputan di Bandara Soekarno-Hatta. Ada yang menilai ganggu kamtibmas, mulai dari jalan macet, fasilitas yang rusak, jadwal penerbangan terganggu, sampai parkir kendaraan di tol menuju Bandara. Kepulangannya ke Tanah Air katanya mau lakukan revolusi akhlak? Kalau awalnya begitu, apa bisa?" ucap Sekjen JARI 98 Arwandi, keterangannya, Jumat (13/11).
Baca juga : Jargon Dan Tagline Tak Laku
Dia pun menyarankan, siapa pun yang hendak melakukan revolusi akhlak, hendaknya meniru ulama yang menyejukkan. Seperti Habib Luthfi, Abuya Muchtadi, dan para ulama-ulama adem lainnya.
"Saya sepakat dengan revolusi akhlak. Tapi, cobalah datangi pengelola Bandara Soekarno-Hatta untuk minta maaf atas kerusakan fasilitas di sana. Karena itu adalah bentuk haqqul adami atau pertanggungjawaban urusan anak adam," sarannya.
Baca juga : Suzuki Lakukan Penyegaran Warna NEX II
Sejumlah fasilitas publik di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, rusak diakibatkan terinjak-injak massa penjemput Rizieq Shihab, Selasa (10/11) kemarin. Ketua Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Maarif telah memohon maaf kepada pihak bandara. Ia sudah berkoordinasi dengan pengelola bandara untuk menyelesaikan kerusakan. Tim yang diutus menemui pengelola Bandara menawarkan ganti rugi. "Tapi, kata pihak bandara bilang nggak usah karena nggak seberapa. Alhamdulillah sudah diselesaikan dengan baik. Hanya kerusakan kecil dan memang barang yang rentan rusak," aku Slamet.
Vice President Corporate Communication PT Angkasa Pura II, Yado Yarismano mengatakan, fasilitas publik yang rusak disebabkan massa yang membludak. “Dan mereka berdiri di atas bangku dalam jumlah banyak, tentu menjadi patah. Langsung kita replace dengan yang baru. Kalau ada yang bisa diperbaiki, ya diperbaiki," ucapnya.
Baca juga : Masyarakat Bisa Laporkan Faskes Yang Naikan Tarif Tes Swab
Kembali ke Arwandi. Dia mengatakan, pemerintah tidak mempersulit proses pulang kampung Rizieq. Meski kepulangan itu tidak mengikuti protokol kesehatan. "Faktanya, beliau tidak dipaksa karantina dulu 14 hari sesuai dengan aturan Kementerian Kesehatan," ucapnya.
Arwandi juga menyoal pengajuan syarat Rizieq yang meminta rekonsiliasi dengan pemerintahan Presiden Jokowi. Syarat tersebut adalah membebaskan sejumlah ulama dan aktivis yang ditahan, seperti Abu Bakar Baasyir, Sugik Nur, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, hingga Bahar bin Smith. Menurutnya, syarat ini tak masuk akal. "Semua kasusnya berjalan sudah sesuai prosedur hukum. Artinya, tidak boleh ada intervensi. Bahkan Presiden yang sah pun tidak bisa mencampuri urusan penegakan hukum ini," pungkasnya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.