RM.id Rakyat Merdeka - Rezky Herbiyono disebut tidak punya pekerjaan jelas. Menantu mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi itu lebih sering mengurus perkara.
Hal itu diungkap Iwan Cendekia Liman, mantan rekan Rezky ketika bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.
“Sepanjang (pertemanan) yang saya jalani dengan Terdakwa II (Rezky), sesuai dengan faktanya tidak ada (pekerjaan),” ungkanya.
Iwan menuturkan mengenai Rezky dari Cahyadi Gunawan alias Hongcai pada 2014. Hongcai memperkenalkan Rezky sebagai orang bisa dapat mengurus perkara.
“Jika ada persoalan hukum, Terdakwa II bisa membantu kita,” kata pengusaha mobil dan jam mewah ini, menirukan Hongcai saat memperkenalkan Rezky.
Ternyata Rezky meminta diperkenalkan dengan Iwan lantaran ingin meminjam uang Rp 5 miliar. Katanya, untuk biaya pengosongan lahan di Cibubur, Jakarta Timur.
Baca juga : Vonis Wawan Ditambah, Jaksa KPK Belum Puas
Berawal dari situ, hubungan pertemanan semakin dekat. Iwan diundang Rezky ke resepsi pernikahannya dengan Rizki Aulia Rahmi.
Dalam acara itu, Rezky memperkenalkan Iwan dengan mertuanya, Nurhadi yang menjabat Sekretaris MA saat itu. Jaksa mempertanyakan bisnis Rezky yang memiliki PT Herbiyono Energi Industri (PT HEI).
Iwan tahu lantaran memegang berkas perusahaannya. “(Pemiliknya) Muhammad Fasah atau siapa. Juga ada Rezky Herbiyono dan istrinya Rizki Aulia Rahmi,” bebernya.
Iwan mengungkapkan, perusahaan ini tidak produktif. Saat Rezky meminjam uang, ia memberikan jaminan cek atas nama PT HEI. Namun tidak ada dananya. “Tidak ada yang bisa dicairkan,” ujarnya.
Meski begitu, Iwan tidak kapok berurusan dengan Rezky. Termasuk ketika Rezky membujuknya agar meminjamkan uang kepada Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.
Rezky memperkenalkan Hiendra yang sedang ada masalah, karena bank membekukan semua kredit PT MIT. Menurut Rezky, Hiendra dizalimi rekan bisnisnya.
Baca juga : Nego Harga Lahan Sawit Dilakukan Di Kamar Hotel
Hiendra berperkara dengan Azhar Umar. Untuk memutar roda perusahaan, Hiendra butuh dana Rp 10 miliar. Dana itu juga untuk mengurus perkara sengketa PT MIT dengan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN). “Perkara PT MIT akan ditangani oleh Rezky dan Babe, Pak Nurhadi,” tutur Iwan.
Menurut Rezky, jika perkara itu menang, PT KBN harus membayar gugatan ganti rugi Rp 81 miliar kepada PT MIT. Iwan akan mendapat bagi hasil perkara ini. “(Bagiannya) 70:30 buat saya dan Nurhadi,” bebernya.
Iwan akhirnya bersedia memberikan pinjaman Rp 10 miliar kepada Hiendra. Uang ditransfer ke rekening Rezky pada 19 Juni 2015. Sebagai jaminan, Hiendra menyerahkan cek atas nama PT MIT dengan nilai Rp 81 miliar.
Guna meyakinkan bahwa perkara PT MIT benar-benar ditangani Nurhadi, Iwan mencoba bertemu orang yang disebut Babe itu.
Pertemuan pertama pada hari Iwan mentransfer uang ke Rezky. Iwan gagal berbicara empat mata dengan Nurhadi lantaran sedang merayakan ulang tahun. Suasananya ramai.
“Pada 20 Juni 2015, saya kembali bertemu Pak Nurhadi dan Rezky untuk memastikan hal tersebut di (rumah) Hang Lekir,” tutur Iwan.
Baca juga : Jadi Tersangka Korupsi Bansos, Mensos Juliari Punya Harta Rp 47 Miliar
Di situ, Rezky kembali meyakinkan, bahwa perkara ini benar-benar ditangani Nurhadi. Bahkan Rezky menjanjikan akan mengembalikan dana paling lambat 60 hari.
Janji ini tak dipenuhi. Iwan pun panik. Apalagi setelah mengetahui rumah Nurhadi digeledah KPK.
Ia mencoba menghubungi Rezky. Namun nomor handphone nya tak aktif. “Sampai hari ini tidak ada realisasi pembayaran utang,” keluh Iwan.
Pada sidang ini, Nurhadi (Terdakwa II) dan Rezky Herbiyono (Terdakwa II) didakwa menerima suap Rp 45.726.955.00 dari Hiendra Soenjoto, Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT).
Rasuah itu supaya Multicon dimenangkan dalam sengketa dengan KBN terkait perjanjian sewa lahan depo kontainer di Marunda, Jakarta Utara.
Selain itu, Nurhadi-Rezky didakwa menerima gratifikasi mencapai Rp 37.287.000.000 dari para pihak beperkara di pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga peninjauan kembali. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.