Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Berkasnya Dilimpahkan Ke Pengadilan

Eks Sekretaris MA Nurhadi Dan Menantunya Bakal Segera Disidang

Rabu, 14 Oktober 2020 16:45 WIB
Eks Sekretaris Mahkamah Agung (AM) Nurhadi (kiri) seusai menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK). (Foto: Tedy O. Kroen/RM)
Eks Sekretaris Mahkamah Agung (AM) Nurhadi (kiri) seusai menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK). (Foto: Tedy O. Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Eks Sekretaris Mahkamah Agung (AM) Nurhadi dan menantunya bernama Rezky Herbiyono segera menjalani sidang.

Jaksa penuntut umum KPK telah melimpahkan berkas perkara kasus suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di MA itu ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Rabu (14/10). "Hari ini, Rabu (14/10), Tim JPU melimpahkan berkas perkara Terdakwa Nurhadi dan Rezky Herbiyono ke PN Tipikor Jakarta Pusat," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (14/10).

Baca juga : Penyidikan Rampung, Nurhadi Dan Menantunya Bakal Disidang

Dengan pelimpahan ini, maka penahanan Nurhadi dan Rezky selanjutnya menjadi kewenangan majelis hakim. KPK kini menunggu penetapan majelis hakim serta jadwal sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan. "Berikutnya JPU akan menunggu penetapan penunjukan Majelis Hakim dan penetapan hari sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan," tutur Ali.

Adapun selama proses penyidikan,lebih kurang 167 saksi yang telah diperiksa oleh penyidik KPK. Dalam kasus ini, KPK menduga Nurhadi menerima suap dan gratifikasi dari bos PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto sebesar Rp 46 miliar.

Baca juga : KPK Terus Dalami Aset-Aset Nurhadi Dan Menantunya

Uang diserahkan Hiendra melalui Rezky Herbiyono, sepanjang 2011-2016. Diduga uang tersebut sebagai upeti atas bantuan Nurhadi mengurus dua perkara perdata yang dialami MIT. Pertama, dalam kasus MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.