Dark/Light Mode

Perkara Korupsi Pengadaan Lahan RTH

Hakim Tunda Sidang Vonis, Masa Tahanan Keburu Habis

Senin, 2 Nopember 2020 07:31 WIB
Plt Juru bicara KPK Ali Fikri. (Foto: Tedy O Kroen/RM)
Plt Juru bicara KPK Ali Fikri. (Foto: Tedy O Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Kepala Dinas Pengelolaan Aset Daerah Kota Bandung Herry Nurhayat harus dikeluarkan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin.

Masa penahanannya keburu habis, sementara persidangan perkaranya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung belum selesai.

Berita Terkait : Sembilan Bulan Buron, KPK Masih Pede Bisa Nangkep Harun Masiku

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan terdakwa kasus korupsi pengadaan lahan ruang terbuka hijau (RTH) Kota Bandung itu telah dikeluarkan dari tahanan. “Terdakwa Herry Nurhayat status penahanannya keluar demi hukum karena masa penaha nan berdasarkan penetapan penaha nan oleh majelis hakim telah habis per tanggal 31 Oktober 2020,” ujar Ali.

Menurutnya, proses persidangan ternyata melebihi masa penahanan terdakwa. Ia menjelaskan KPK melakukan penahanan terhadap Herry sejak 27 Januari 2020. Saat itu, perkara masih tahap penyidikan.

Berita Terkait : Eks Sekretaris MA Nurhadi Dan Menantunya Bakal Segera Disidang

Begitu berkas sudah lengkap dan dilimpahkan ke pengadilan, Ali menyebut penahanan Herry paling lama hanya bisa di perpanjang sampai 31 Oktober 2020 berdasarkan peraturan Pengadilan Tipikor Bandung.

Mengejar masa penahanan itu, jaksa KPK telah mengatur jadwal persidangan. “Dari pembacaan surat dakwaan hingga dengan surat tuntutan, termasuk pula telah disepakati terkait ren cana kapan jadwal pembacaan putusan,” kata Ali.
 Selanjutnya