BREAKING NEWS
 

Desak Masalah Pangan Segera Dibenahi

Gula, Kedelai Dan Jagung Masih Impor, Jokowi Kesal

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FITRIYANA YULIANTI
Jumat, 22 Januari 2021 05:40 WIB
Presiden Jokowi saat berbicara di Kompas100 CEO Forum yang dilaksanakan secara daring di Jakarta. (Foto Tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden).

 Sebelumnya 
Pembenahan di sektor pertanian sangat penting. Apalagi sektor ini diprediksi menjadi salah satu sektor yang terus bertahan dan pulih dengan cepat di tengah tekanan pandemi Covid-19.

Jokowi juga mengingatkan beberapa sektor industri yang akan bertahan dari gempuran pandemi Covid-19, yakni pertanian, farmasi, teknologi dan jasa keuangan.

Ia juga mengkritisi industri farmasi yang senasib dengan pertanian. Di mana hampir 80- 85 persen pemenuhan bahan bakunya masih impor.

Baca juga : Cuaca Buruk, Basarnas Hentikan Sementara Pencarian Korban Dan Puing SJ 182

“Kenapa tidak dilakukan di Indonesia, mungkin karena teknologinya. Tapi, ke depannya kita punya kesempatan besar mengembangkan teknologi ini,” ujar Jokowi.

Menurutnya, saat ini Indonesia sedang membangun industri hulu sampai hilir untuk mobil listrik. Indonesia punya Sumber Daya Mineral (SDM) berupa nikel yang menjadi bahan baku lithium baterai.

“Saya kira peluang seperti ini harus kita lihat, harus didorong agar segera bisa kita laksanakan dan beri kontribusi yang besar bagi negara,” tegas Jokowi.

Baca juga : Pemimpin Dunia Kecam Aksi Brutal Massa Pro Trump Di Kuil Demokrasi AS

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan akan mendorong ketersediaan kedelai lokal untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Menurut dia, upaya menggenjot produksi kedelai lokal akan dilakukan dalam dua kali musim tanam hingga panen atau 200 hari.

“Namun kita belum bisa memastikan apakah peningkatan produksi kedelai lokal ini cukup untuk meredam kenaikan harga kedelai impor beberapa waktu belakangan,” ujarnya. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense